Jumat, 09 Oktober 2015

NAAMAN DIPULIHKAN

NAAMAN DIPULIHKAN
(2 Raja-raja 5:1-15)



Bapak, ibu, sdr,i yang terkasih.
Setiap orang pastinya memiliki masalahnya sendiri, tidak peduli apakah dia orang yang kaya, orang kuat, orang pandai dan sebagainya. Termasuk juga dengan kisah yang kita baca malam ini.
Saudara, LAI memberi judul perikop ini dengan “Naaman disembuhkan.” Namun saya lebih memilih judul “Naaman dipulihkan,” Sebab dia bukan hanya menerima kesembuhan jasmani dari Tuhan tetapi juga pribadi Naaman sendiri telah dipulihkan.
Siapakah Naaman? Dikatakan bahwa Naaman adalah seorang panglima pasukan raja Siria, yaitu raja Aram (Band. Lukas 4:27). Seorang yang kelihatannya terpandang, seorang yang gagah perkasa. Pastinya Naaman memiliki kharisma yang tinggi, belum lagi ia juga disayangi raja sebab oleh dia Tuhan telah memberikan kemenangan kepada orang Aram.
Akan tetapi saudara, dari semua yang dimilikinya, ada satu hal yang menjadikan dirinya buruk, yaitu ia menderita penyakit kusta. Penyakit itu ada pada kulitnya yang penuh dengan flek-flek putih yang licin, mengkilap dan melekat. Kusta juga bisa mengakibatkan daging disekitarnya menjadi mati rasa. Masalahnya saudara, penyakit ini tak terobatkan.
Sehingga meskipun ia memiliki semua hal yang pantas untuk dibanggakan, namun semuanya itu tidak dapat melindungi Naaman dari penyakit kusta. Demikian juga dengan kita. Apapun yang kita miliki, tidak dapat melindungi kita dari sakit dan penyakit. Dalam hal ini saudara, penyakit kusta yang diderita oleh Namaan telah menyebabkan dia kehilangan sukacita dan kegembiraan; penyakitnya telah melemahkan semangatnya, sehingga ia tidak dapat menikmati apa yang ia peroleh. Inilah beban besarnya. Sekarang baginya, tidak ada kemenangan apa pun yang akan memuaskan batinnya, selain kesehatannya pulih sepenuhnya.
Bisa dibayangkan oleh kita bagaimana terpukul dan malunya, Naaman harus menanggung beban itu. Seandainya hal itu terjadi pada kita, kita pun akan merasakan beban yang berat bukan? Disatu sisi kita dikenal sebagai seorang yang terpandang di daerah kita, kita memiliki banyak relasi yang cukup disegani, akan tetapi disisi lain, kita memiliki penyakit kusta yang tidak kunjung sembuh. Pastilah kita merasa bahwa itu bagian dari aib kita bukan? Itulah yang terjadi pada Naaman.
Lagi pula saudara, di zaman Perjanjian Lama karena penyakit ini seorang yang terkena kusta akan dianggap najis (Imamat 13:3) dan berbahaya, karena dapat menular; sebab itu mereka yang terkena kusta harus dibawa kepada imam (Imamat 13:9) dan diasingkan dari masyarakat. Terlebih lagi penyakit kusta ini dianggap sebagai penyakit kutukan Tuhan (II Raja 15:5).
Namun saudara, terlepas dari semuanya ini, kta percaya Tuhan punya rencana baik bagi Namaan. Dikatakan bahwa Naaman memiliki seorang tawanan perempuan yang dijadikan pelayan bagi isterinya. Gadis pelayan tanpa nama ini hanyalah gadis biasa. Ia hanya disebutkan berasal dari bangsa Israel yang pernah dikalahkannya.
Namun sekalipun bekerja sebagai pelayan bagi orang yang tidak percaya, gadis muda ini mengenal Tuhan dengan baik. Hal ini terbukti dari pengenalannya terhadap seorang nabi Allah yang dipakai luar biasa yang tinggal di daerah Samaria. Dan ia percaya Tuhan pastinya akan memberikan kesembuhan kepada tuannya melalui nabi itu, jika tuannya mau datang ke sana.
Saudara inilah keahlian khusus Allah. Disaat kondisi yang dianggap buruk oleh manusia, Allah memiliki rencana indah dalam kehidupan mnausia. Sehingga keadaan yang sangat buruk dan tampak mustahil sekalipun dipakai Allah untuk menyatakan kemuliaanNya.
Untuk itulah, saat Namaan mendengar berita sukacita ini, ia tertantang untuk pergi. Sebab kerinduannya hanya satu yaitu ia ingin mengalami pemulihan. Ia ingin merasakan tubuhnya sehat kembali, sehingga melalui hal itu ia akan menerima kembali segala kehormatan yang dimilikinya.
Maka pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, tentang kerinduannya untuk sembuh dan tentang kejadian yang diperbuat nabi di Samaria (band. Ayat 3-4). Dan hal itu mendapat respon yang positif dari raja Aram, sehingga raja itu berniat untuk mengirimkan sebuah surat permohonan kepada raja Israel (ayat 5).
Akan tetapi kejadian ini rupanya sungguh mengganggu raja Israel. Ia mengoyakkan pakaiannya dan berkata, “Allahkah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya?... perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku” (ayat 7).
Bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Bagi seorang raja yang pernah dikalahkan, pastinya surat tersebut seperti sebuah ejekan yang meremehkan, sehingga sangat wajar jika ia menjadi sangat marah. Akan tetapi ia tidak tahu, bahwa semua itu telah diatur Tuhan untuk menunjukkan kemuliaan Tuhan ditengah-tengah bangsa yang tidak mengenal Tuhan.
Karenanya, saat Elisa mendengar berita itu, Elisa mengirimkan surat kepada raja dan bertanya: “Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel” (ayat 8). Mendengar ucapan Elisa, hati raja pun menjadi dingin.
Saudara, coba perhatikan bagaimana peran nabi Elisa dihadapan raja. Kehadirannya sungguh berperan untuk membawa damai. Ia menunjukkan satu kebenaran dimana hal yang kelihatannya negatif dimata raja, tetapi diubahnya menjadi satu hal yang positif dimata Tuhan. Sebab Elisa tahu jalan Tuhan, dan ia ingin menunjukkan kembali kepada raja kemuliaan Tuhan.
Sidang jemaat yang kekasih dalam Tuhan.
Saya percaya, saat itu Naaman berangkat, dengan penuh harapan pasti akan kesembuhan dirinya. Karenanya dengan berbekal sepuluh talenta perak, enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian ia pergi membawanya bagi Elisa, karena pikirnya semua yang ia bawa itu setimpal dengan kesembuhan dirinya (ayat 5b).
Dikatakan, lalu bergegaslah Naaman pergi ke rumah Elisa dengan menunggangi kuda. Namun kembali kejadiannya sungguh diluar dugaannya. Saat Naaman berharap kedatangannya mendapat sambutan hangat, karena pikirnya ia datang sebagai seorang panglima besar di negerinya. Ia membayangkan kehadirannya akan disegani oleh Elisa, Hamba Tuhan itu. Tetapi apa yang terjadi?
Namun ternyata tidak begitu kejadiannya. Nabi Elisa rupanya tidak mau bertemu langsung dengan Naaman, ia hanya mengutus pembantunya untuk mengatakan hal yang tidak masuk akal bagi Naaman. Dikatakan: “Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir” (ayat 10).
Saudara, hati siapakah yang tidak akan panas, saat seseorang merasa diri orang hebat tetapi ia tidak diperlakukan sebagaimana mestinya. Perhatikan saudara, seringkali manusia merasa harga dirinya diinjak-injak saat ia merasa tidak diterima sesuai dengan harapannya. Harga diri seseorang ini bisa menyangkut level pendidikan tertentu, status ekonominya, gelar yang diperolehnya. Sehingga apa yang menjadi standar seseorang dalam bersikap dan bertutur kata, itulah harga diri yang dimilikinya.
Demikianlah hati Naaman menjadi panas. Sebab ia merasa harga dirinya telah dihina oleh Elisa dengan kedatangannya yang tidak disambut hangat.
Karenanya tidak heran saat nabi Elisa menunjukkan cara yang harus ditempuhnya tidak masuk akal, Naaman pulang dengan kemarahan. Ia berkata, “Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama Tuhan, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!” (ayat 11).
Yang lebih menyedihkan dari sikap Naaman, ia berusaha membandingkan dua sungai yang ada di negerinya sendiri yang lebih baik daripada sungai Yordan. Katanya: “Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?” (ayat 12).
Saudara perhatikan perkataan Naaman ini, dikatakan “Aku sangka...”, dan perkataan “Bukankah..” Kedua kata ini bukankah seringkali juga diucapkan oleh orang-orang yang merasa diri kecewa. Saudara, seringkali orang berpikir bahwa kesembuhan itu harus selalu dengan cara-cara yang ajaib dan spektakuler. Orang banyak seringkali berpikir bahwa kesembuhan itu terjadi dengan cara yang dasyat. Sehingga tanpa disadari bahwa pemikirannya yang demikian, sebenarnya ia sedang memperalat Tuhan untuk menyembuhkan orang lain dengan caranya.
Oh saudara, saya takut pemikiran ini juga yang berkembang dalam benak kita saat ini. Mungkin kita selalu berkata “Aku sangka...”, “Aku pikir...” Kalau memang ada, mari buanglah itu dari pikiran Anda! Buanglah semua itu dari pikiran Anda malam ini, dan lakukan apa yang Allah katakan bagi kita!
Dalam hal ini saudara, saat kita yakin bahwa Tuhan sanggup melakukan segala perkara dalam kehidupan kita, jangan datang dengan praduga dan cara-cara kita. Tetapi datanglah dengan satu kerendahan hati dan melihat bagaimana cara Allah bekerja menyelesaikan masalah kita.
Sidang jemaat yang saya kasihi,
Sebenarnya melalui kisah ini, Naaman memiliki dua penyakit, yaitu kesombongan dan kusta. Penyakit yang pertama mungkin lebih membutuhkan pemulihan yang mendalam sebab Naaman harus turun dari kereta kesombongannya; sebelum ia dapat disebuhkan dari sakit kustanya.
Karena itu, melihat sikap Naaman yang mengerutu, pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: “Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir” (ayat 13).
Dalam kesombongannya Naaman berpikir  kalau cuma mandi di Sungai Yordan untuk mendapatkan kesembuhan, mengapa ia harus cape-cape datang kepada hamba Tuhan itu. Bukankah ia dapat langsung datang dan mandi sana, tanpa harus mendengar ucapan yang melecehkan.
Tetapi pertanyaannya, akankah kejadiannya sama saudara, jika seandainya Naaman langsung datang dan mandi di sungai Yordan tanpa mendengar perintah Elisa? Saya yakin tidak saudara! Masalahnya bukan pada sungai-sungai yang lebih baik atau bukan? Tetapi pada kerendahan hati Namaan untuk mau menaati cara Tuhan bekerja dalam dirinya. Justru Allah memakai Elisa untuk menundukkan keegoisan Naaman. Sampai Naaman benar-benar menyadari bahwa ia harus belajar untuk merendahkan diri.
Karenanya setelah mendengar perkataan bawahannya yang mulai masuk akal bagi dia, Namaan pun pergi dan membenamkan dirinya sendiri sebanyak tujuh kali di Sungai Yordan, sebagaimana dikatakan nabi itu kepadanya. Dan sungguh ajaib! Sesaat setelah Naaman mandi, Tuhan memulihkan tubuhnya secara luar biasa. Karenanya dikatakan dalam ayat 14, “lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir”
Saudara yang kekasih, perhatikan saat Naaman melepaskan harga dirinya, dan mau taat pada cara kerja Allah, Allah memulihkan keadaan Naaman dengan keadaan yang jauh lebih baik, bahkan kondisi tubuhnya seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.
Dan peristiwa ini pun pada akhirnya membawa kemuliaan Tuhan. Dikatakan, hingga Naaman kembali kepada nabi Elisa, ia berkata, “Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel” (ayat 15).
Bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini? Melalui kisah ini, saya melihat ada 3 hal yang penting yang kita patut pelajari sehubungan dengan Naaman dipulihkan:

1. Pemulihan dapat terjadi jika ada iman di dalam hati.
Bapak/ ibu yang kekasih
Apa yang diimani oleh anak kecil tawanan itu, itu juga yang diimani oleh Naaman seorang kafir. Kita melihat, sekalipun Naaman belum melihat, namun ia beriman juga dan sangat percaya bahwa apa yang dikatakan oleh anak kecil itu pasti terjadi.
Karena itu benarlah yang difirmankan Tuhan bahwa Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (Roma 10:17). Iman Naaman muncul oleh karena mendengar kebenaran yang dikatakan oleh anak kecil itu, bahwa di Israel ada seorang nabi Tahun yang dapat menyembuhkan penyakitnya.
Dari sini kita belajar bahwa Iman dapat tumbuh saat firman Tuhan didengar, diresapi dan disimpan di dalam hati. Banyak orang tidak mau memasang telinganya baik-baik untuk mendengar firman Tuhan, atau dia mendengar tetapi firman Tuhan itu masuk telinga yang satu dan keluar dari telinga yang lain.
Banyak orang percaya hanya mau mendengar khotbah yang penuh dengan guyonan (humor) yang membuat ia tertawa terpingkal-pingkal, khotbah yang menghibur bukan mencari tahu apa yang Tuhan mau melalui firman-Nya. Hanya firman Tuhan yang dapat membangkitkan iman dihati kita. Mengapa begitu pentingnya iman? Sebab seperti firman Tuhan katakan dalam  Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang yang tidak kita lihat.”
Benar saudara bahwa Iman adalah dasar, ini menyatakan bahwa tanpa iman kita tidak dapat membangun pengharapan kita. Kalau tidak ada dasar maka tidak akan ada bagunan. Bisakah sebuah bagunan yang sempurna dibangun tanpa dasar? Bisa kita memperoleh apa yang kita harapkan tanpa iman? Saat kita beriman kepada Yesus dan Yesuslah sebagai dasar iman kita maka seluruh permintaan kita pasti terjadi Iman adalah bukti, ini menyatakan bahwa segala sesuatu yang kita minta dan itu belum kelihatan, namun dengan iman kita tahu bahwa itu sudah kelihatan dan bahkan oleh iman kita sudah menerimanya.
Dalam hal inilah firman Tuhan dalam Markus 11:24 berkata, “apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”
Saudara, dengan iman kita dapat melihat pemulihan itu terjadi!! Naaman tidak hanya beriman saja tetapi Imannya membuat ia bertindak!
·       Ia menghadap raja dan meyakinkan raja atas atas apa yang ia percayai.
·       Ia membawa surat resmi dari raja Aram kepada raja Israel
·       Ia tidak pergi dalam penyamaran, tetapi pergi dalam statusnya sebagai panglima.
·       Ia tidak akan pergi dengan tangan kosong, tetapi membawa dengan emas, perak, dan pakaian.
Dengan demikian, bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan, Allah tidak hanya menginginkan kita beriman buta, tetapi Allah menginginkan untuk kita beriman dan bertindak menggapai sesuatu yang dijanjikan Allah bagi kita.
Bagaimana dengan kita saudara, apakah kita juga memiliki iman yang kuat akan pertolongan Tuhan dalam kehidupan kita.
Ataukah kita mulai menjadi putus asa dengan kondisi yang tidak kunjung berubah? Tuhan Yesus pernah mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya bersikap saat kita berdoa kepada Tuhan, seperti seorang janda yang tidak pernah putus asa berharap kepada hakim yang lalim, dan ia pun mendapatkan haknya. Demikian pula Allah menghargai setiap orang yang mau dengfan tekun menaikkan doa permohonan kepadaNya.

2. Pemulihan dapat terjadi jika ada ketaatan terhadap apa yang Tuhan mau
Bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Naaman memang memiliki iman dan oleh imannya ia bertindak namun diawal perjalanannya ia memikirkan bagaimana nantinya ia akan dipulihkan. Ditambah lagi kehadirannya sebagai seorang panglima seakan-akan hendak meremehkan nabi Elisa sebagai hamba Tuhan. Sehingga ketika sesuatu yang tidak masuk akal ditawarkan Elisa kepadanya ia langsung marah.
Saudara, Apa yang tersirat dari kebenaran ini. Naaman perlu tahu bahwa bukan sungai Yordan yang menyembuhkannya, tetapi kesembuhan yang akan ia terima adalah kasih karunia dan kuasa Allah ketika Naaman menaati apa yang dikatakan Tuhan melalui nabi Elisa. Dalam hal ini rasa percaya dan taat adalah satu paket yang ditawarkan Allah bagi mereka yang meminta pertolonganNya.
Karena itu Allah hanya mencari ketaatan dari kehidupan Naaman. Iman saja tidak cukup bagi Naaman untuk menerima kesembuhan dan pemulihan tetapi Allah menghendaki agar Naaman belajar taat kepada perintah Tuhan.
Sulit memang untuk belajar taat sama Tuhan. Seseorang pastinya mau serba instan. Semuanya mau serba cepat, tetapi lupa bahwa ketaatan lebih penting dari pada hasil yang kita harapkan.
Saudara, kadang-kadang bukan kesembuhan yang menjadi tujuan akhir Tuhan bagi kita, tetapi yang menjadi tujuan akhir Tuhan ialah bagaimana kita dapat berubah dari sikap yang tidak taat kepada sikap yang taat.
Ada dua binatang yang memiliki pembawaan yang berbeda, yaitu anjing dan kucing. Anjing terkenal sebagai binatang yang taat dan loyal terhadap tuannya. Kalau ada makanan di meja anjing tidak akan makan kalau tuannya tidak memberikan. Beda dengan kucing! Kucing terkenal dengan binatang yang curang. Dihadapan tuannya dia begitu lembut, tetapi kalau ada makanan di meja yang tidak tertutup dan tidak ada majikannya, maka kucing yang lembut tadi berubah menjadi kucing yang liar, dia akan makan sampai habis.
Pemulihan akan terjadi jika Tuhan mendapati ketaatan dalam hidup kita. Tuhan tidak mencari orang Kristen yang hidupnya diatur berdasarkan pola duniawi. Sebaliknya Tuhan mencari orang Kristen yang mau merendahkan diri dan belajar taat pada pimpinanNya. Karena dalam diri orang tersebut, ada hati yang mau mencari kehendak Tuhan dalam hidupnya.
Saudara, Apa yang membuat engkau tidak taat hari-hari ini? Di area mana engkau tidak taat? Factor apa yang membuat engkau tidak taat? Malam ini, ambilah komitmen di hadapan Tuhan!
Mulailah belajar untuk taat terhadap apa yang Tuhan mau bagi kehidupan kita, jangan biarkan iblis menang atas hidupmu, jangan biarkan ia memperbudak dan menawan hidupmu. Sebaliknya keluarlah dari situasimu yang sulit, sebab Tuhan menjajikan pemulihan bagi orang yang taat.

3. Pemulihan dapat terjadi jika ada kerendahan hati di hadapan Tuhan.
Bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan
Perintah nabi Elisa untuk mandi sebanyak tujuh kali di sungai Yordan adalah suatu perintah yang bukan saja menuntut ketaatan tetapi juga kerendahan hati.
Mengapa saudara?
Karena Naaman yang terkenal memiliki reputasi baik dan kedudukan yang tinggi, bisa saja ia telah dikuasai oleh dosa kesombongan. Ia menjadi angkuh dan tidak lagi menghargai orang yang dihadapinya.
Disini, nabi Elisa berusaha memutuskan kesombongan Naaman dan mengenakan kerendahan hati untuk mau taat pada apa yang direncanakan Tuhan bagi dirinya.
Dan hasilnya, kerendahan hati Naaman justru dilengkapi dengan Naaman menerima pemulihan yang sempurna atas penyakitnya dan kehidupannya.
Saudara, belajar untuk rendah hati di hadapan Tuhan itu sulit sebab banyak yang harus kita korbankan. Baik reputasi dan kedudukan kita menjadi taruhannya. Tetapi orang-orang yang mau rendah hati di hadapan Tuhan, kehidupannya tidak akan dipermalukan. Sebaliknya Tuhan akan mengangkat dan memulihkan kita.
Jangan pernah berkata dalam hati kita, bahwa semua yang kita peroleh adalah hasil usaha kita. Semua yang ada pada kita adalah milik Tuhan, karena itu tidak ada hal yang patut kita sombongkan dalam hidup, selain kita mengakui bahwa semuanya dianugerahkan Tuhan dalam kehidupan kita. Biarkan Tuhan yang memegang kehidupan kita sehingga ia dapat membawa kita ke tempat yang aman. Naaman bukan saja dipulihkan dari sakitnya, tetapi ia dipulihkan menjadi pribadi yang berkenan kepada Tuhan. Iman semakin jelas dan ia menjadi penyembah kepada Allah yang benar. Amin.

Senin, 05 Oktober 2015

MENGERTI TUJUAN HIDUP

MENGERTI TUJUAN HIDUP
Efesus 1:3-14


Sidang jemaat yang kekasih,
Pernahkah Anda berpikir bahwa kehidupan ini seperti sebuah perjalanan yang mengalir biasa-biasa saja? Dimulai dari kanak-kanak kemudian tumbuh menjadi dewasa, kita masuk dunia sekolah, kemudian kita kuliah, kita bekerja, setelah bekerja kita menikah, lalu mempunyai anak-anak, setelah itu kita menjadi tua, menjadi kakek-nenek dan pada akhirnya kita meninggal.
Apakah arti hidup ini saudara? Melihat kenyataan ini, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali orang berpikir seperti ini: Bahwa hidup sepertinya terasa sangat simpel dan tidak menarik”. Kita berusaha ini dan itu dan pada akhirnya kita meninggalkan semuanya. Hidup seperti sebuah siklus yang dimulai dari lahir dan diakhiri dengan sebuah kematian. Ada satu klip yang menceritakan kepada kita bahwa hidup itu begitu singkat.
Pertanyaannya saudara, apakah hidup kita hanya sebatas itu saja? Apakah arti hidupmu?  Apakah tujuan hidup kita?
Coba kita berpikir ulang saudara, dan kita melihat dari kacamata Tuhan, bagaimanakah Tuhan memandang kehidupan kita? Mengapa Tuhan menciptakan kita dan menempatkannya di dalam dunia? Apa tujuannya? Bagaimana kita dapat mengerti apa yang direncanakan Tuhan dalam hidup kita?
Saudaraku yang dikasihi Tuhan,
Setuju atau tidak, sebenarnya Tuhan sedang menuntut kita kembali memiliki hidup yang menurut maksud dan tujuan Allah. Namun ini baru bisa terjadi jika kita sudah kembali kepada Kristus. Dari sinilah rencana dan maksud itu baru bisa mencapai kepenuhannya. Sebab sebelum kita sampai kepada tujuannya, kita harus mengerti maksud dari Allah Pencipta kita bahwa setiap orang harus tahu di mana bagiannya.
Artinya bapak ibu yang kekasih,
Jika saudara ditetapkan jadi petani. Jadilah petani Kristen yang baik, menjadi pengusaha Kristen yang baik, dokter Kristen yang baik, intelektual Kristen yang baik. Artinya, kita harus mengerti dimana posisi kita masing-masing dalam dunia profesi kita. Bahwa sebenarnya itu semua bukan atas dasar kemauan kita sendiri, tapi rencana Tuhan yang membentuknya demikian. Bukan untuk kesenangan diri kita saudara, melainkan demi rencana Allah dalam hidup kita agar kerajaan Allah itu digenapi.
Sebab jika kita tidak kembali kepada maksud Allah, maka semua yang kita kerjakan akan menjadi sia-sia. Kita seperti sedang menimbun kehancuran yang kita kejar selama bertahun-tahun, dan mendapati kehidupan yang tanpa arti.
Bapak/ ibu yang dikasihi Tuhan,
Sebagai orang yang telah mengenal Kristus, seharusnya kita patut memuji nama Allah, oleh karena di dalam Kristus kita menerima segala berkat-berkat rohani di sorga. Saudara ini adalah sebuah rahasia besar. Namun rahasia itu telah disingkapkan Allah kepada setiap orang yang menaruh percaya kepada Kristus. Dan rahasia besar ini baru bisa dimengerti apabila orang tersebut menyatakan diri menerima dan menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya.
Disebut sebagai berkat-berkat rohani saudara, karena untuk membedakan dari pemberian-pemberian yang lain dari Allah. Misalnya, kekayaan, jabatan, kesembuhan, kesehatan, panjang umur, pengetahuan, hal-hal ini diberikan Allah kepada orang percaya maupun yang tidak percaya. Bahkan matahari diterbitkan dan hujan diturunkanNya pun kepada orang yang jahat dan orang yang baik, kepada orang yang benar dan kepada orang yang tidak benar (Matius 5:45).
Tetapi berkat-berkat rohani yang disebut dalam ayat-ayat ini hanya disediakan Allah kepada orang-orang yang telah percaya kepada Kristus. Berkat rohani itu disebut di dalam sorga, untuk menyatakan bahwa ragam berkat ini semata-mata hanya karunia dari sorga, tidak ada yang berasal dari dunia, tidak ada sedikitpun usaha dari manusia untuk memper-olehnya dan tidak ada suatu keunggulan dari seseorang sehingga ia berhak menerima berkat rohani ini.
Karena itu yang patut kita mengerti bahwa sumber berkat itu tidak lain adalah dari Allah Bapa kita. Bukan dari setan, dan bukan pula manusia, yang sekalipun Allah sering menggunakan manusia sebagai saluran berkat-Nya. Tetapi dalam hal ini, firman Tuhan menegaskan, bahwa Allah Bapalah yang menyingkapkan rahasia besar ini di dalam Tuhan kita Yesus Kristus.
Saudaraku setidaknya ada 7 rahasia yang dinyatakan Allah Bapa sebagai berkat-berkat rohani yang dilimpah-kanNya kepada orang percaya, yaitu:
1.    Allah telah memilih kita supaya kudus, dan tak bercacat dan itu dikerjakan sebelum dunia dijadikan (ayat 4).
2.  Allah telah menentukan kita dari semula menjadi anak-anakNya, sesuai dengan kerelaanNya (ayat 5).
3.  Orang-orang percaya beroleh penebusan, yaitu pengampunan akan dosa, berdasarkan kasih karuniaNya (ayat 7).
4.  Menerima penyataan rahasia Allah sesuai kehendakNya (ayat 9).
5.   Hidup kita menjadi puji-pujian bagi kemuliaanNya (ayat 12)
6.  Mendengarkan firman kebenaran, yaitu Injil keselamatan (ayat 13).
7.   Dimeteraikan dengan Roh Kudus sampai kita memperoleh keseluruh-annya (ayat 13-14).
Dari sini kita pahami satu hal saudara, bahwa menjadi Kristen bukanlah sebuah pilihan dari setiap orang. Agama Kristen bukanlah suatu pilihan seperti kebanyakan agama-agama lain. Artinya menjadi Kristen bukan karena kemauan pribadi seseorang. Bukan pula berdasarkan pilihan seseorang. Tetapi kekristenan adalah penyataan Allah yang berlaku pada setiap orang yang dikehendakiNya. Allahlah yang memilih saudara dan saya supaya mengalami kasih karuniaNya yang menjadi latar belakang pemilihan itu. Dan pemilihan itu sekaligus menunjukkan bahwa kita memiliki hidup yang berbeda dengan anak-anak dunia (Yohanes 15:19).
Karena itu bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Kehadiran kita di dalam dunia ini bukan sekedar memenuhi angka statistic tetapi sungguh-sungguh merupakan bagian dari rencana Allah yang agung. Dan inilah yang patut kita syukuri dalam kehidupan kita, bahwa bukan karena kekuatan kita, kita ada. Bukan karena hikmat yang ada pada kita, kita memperoleh kekayaan. Tetapi semuanya semata-mata hanya karena kasih karunia Allah.
Yang menarik disini saudara, bahwa pilihan itu dikerjakan Allah jauh sebelum kita dilahirkan, jauh sebelum kita mengerti tentang kekristenan, dimana Allah telah menetapkan kita menjadi milik kepunyaanNya. Dan menjadikan kita anak-anakNya.
Saudaraku, tidak ada hal yang lebih indah dalam kehidupan kita, ketika kita yang terlantar, kita yang seharusnya menjadi musuh Allah. Namun di dalam Kristus, kita diangkat, kita diadopsi menjadi anak-anak Allah.
Hal ini memperlihatkan kepada kita saudara, betapa berharganya kita dalam pemandangan Allah. Kita adalah orang-orang yang dikasihi oleh Allah bukan karena kita layak dan patut menerimanya tetapi semata-mata atas kerelaanNya yang memilih kita (Band. Yesaya 43:4).
Justru melalui karya penebusan Yesus Kristus itulah, pada akhirnya kita memperoleh jalan pada pengampunan akan dosa. Sebab sebelum kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita adalah hamba dosa. Kita hidup terikat oleh dosa dan buah dosa itu merusak seluruh aspek kehidupan kita. Namun, kemudian Kristus hadir dan menebus kita dari cara hidup yang sia-sia yang kita warisi dari nenek moyang kita. Bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, tetapi Kristus menebus kita dengan darahNya yang mahal (1 Petrus 1:18-19). Dan karena Kristus, maka Allah menganggap kita berharga di mataNya.
Sidang jemaat yang dikasihi Tuhan,
Kolose 2:13 mengatakan bahwa Tuhan Yesus telah mengampuni segala dosa dan pelanggaran kita. Dikatakan “segala dosa” hal itu menyangkut dosa-dosa kita di masa lampau, dosa kita yang sekarang dan dosa yang akan datang... semuanya sudah diampuni oleh Tuhan Yesus. Dan pengampunanNya cukup untuk setiap orang yang percaya kepadaNya.
Hal ini menegaskan bukan supaya kita menganggap enteng dosa, sebaliknya supaya kita tidak dengan sengaja kembali berbuat dosa. Namun apabila kita jatuh karena dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil (Band. 1 Yohanes 2:1).
Bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Kesadaran bahwa Kristus telah mengampuni segala dosa kita, membawa kita kepada satu kehidupan yang merdeka dari dosa. Kita tidak lagi terikat oleh dosa, kita dibebaskan dari perasaan tertuduh karena dosa, dan kita mendapatkan rasa aman untuk menjalani kehidupan yang baru di dalam Kristus. Hanya Allah, menuntut kita untuk tidak mempergunakan kemerdekataan itu untuk hidup di dalam dosa.
Bapak ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Kenyataan ini menjawab pernya-taan dalam ayat ke-4 bahwa Allah memilih kita supaya kita hidup kudus dan tak bercacat di hadapanNya. Saudara, inilah bukti bahwa keselamatan itu tidak tergantung dari usaha manusia, tetapi tergantung sepenuhnya pada karya Allah di dalam Yesus Kristus Tuhan kita.
Dan inilah harapan yang kita miliki di dalam Kristus, yaitu supaya kita semua beroleh bagian yang telah ditetapkan Allah sebelumnya. Dan melalui kebenaran firmanNya di dalam Injil, memberikan kepada kita kekuatan dan penghiburan sebab untuk itulah firman Tuhan ini dituliskan.
Lagi pula karya keselamatan itu saudara, dijamin sepenuhnya oleh satu pribadi yaitu Roh Kudus. Jadi saudara, saat kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita dimateraikan oleh Roh Kudus yang menjadi jaminan bahwa keselamatan yang Tuhan janjikan kepada kita adalah sesuatu yang pasti akan menjadi milik kita. Meterai dalam lingkungan perdagangan, diibaratkan sebagai satu tanda jadi atas persetujuan pembelian.
Jadi Roh Kuduslah yang membe-rikan kepada kita kekuatan dan kuasa dalam hidup dan pelayanan kita. Orang yang telah menerima Roh Kudus telah memegang jaminan sebelum sampai memperoleh seluruhnya.
Dalam hal ini kita melihat, bahwa peranan Roh Kudus sangat penting bagi kehidupan orang percaya. Dikatakan dalam Yohanes 16:8-11, “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepadaKu; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum”.
Dari sini kita mendapatkan satu pemahaman saudara, bahwa tanpa Roh Kudus bekerja terhadap orang-orang pilihanNya, orang tersebut tidak akan mungkin sadar dengan dosanya. Karena itu meterai Roh Kudus adalah bukti nyata bahwa Tuhan memberikan jaminan penuh kepada anak-anakNya.

Refleksi:
Sidang jemaat yang dikasihi Tuhan,
Pertanyaannya bagi kita saudara, apakah saudara sudah ada di dalam Kristus? Kalau belum, inilah saatnya bagi saudara untuk mengambil keputusan menerima dan mengundang Dia masuk dalam hati dan hidup saudara.
Renungkanlah kehidupan kita hari ini, apakah kita sudah menikmati kekayaan rohani yang ada di dalam Kristus? Apakah kita masih dihantui oleh perasaan-perasaan takut? Apakah kita masih dihantui oleh perasaan-perasaan bersalah karena dosa yang telah kita lakukan? Apakah ada dosa yang masih mengikat kita dan sulit untuk kita tinggalkan? Ataukah kita masih bingung dengan tujuan hidup kita?
Saudaraku, marilah kita mengerti karya Tuhan yang luar biasa itu dalam kehidupan kita. Bahwa bukan tanpa tujuan Allah menciptakan kita. Bukan tanpa dasar kita percaya kepada Yesus Kristus dan menjadi orang-orang Kristen. Tetapi semuanya itu dinyatakan Allah supaya kita semakin mengasihi dan memuji Allah dalam kehidupan kita. Dan kita dimampukan untuk memaknai hidup dengan cara yang tepat. Inilah alasan kita mengapa kita perlu memuliakan Allah dalam kehidupan kita sebagai tujuan dari hidup kita.
Dengan demikian saudara, kehadiran kita di dalam Dia, memberi penegasan bahwa di luar Dia kita tidak berdaya dan hampa. Di luar Dia, kita tidak mampu mewujudkan kehadiran kita yang bermakna. Sehingga wajar apabila kebanyakan orang merasakan hidupnya begitu hambar dan seperti sebuah rutinitas. Sebaliknya, orang-orang yang berada di dalam Kristus. Ia akan semakin hari semakin mempertanggung-jawabkan hidupnya dengan baik di hadapan Tuhan.
Dengan pemahaman yang demikian, maka kehadiran kita semua sebagai orang percaya patutlah diwarnai dengan ucapan syukur sebab Allah menempatkan kita dengan rencana besar dan disertai dengan kuasa otoritas Allah. Rencana besar itu adalah kegenapan segala sesuatu (ayat 10) dan memberitakan rencana besar itu kepada sesama kita.
Kiranya melalui kebenaran firman Tuhan ini, kita semakin mengerti untuk apa kita hidup dan kemana arah tujuan kita. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian. Amin.

DLEPASKAN PADA HARI SABAT

DILEPASKAN PADA HARI SABAT
(Lukas 13:10-17)



Bapak, ibu, sdr.i yang terkasih
Kitab Lukas yang ditulis oleh tabib Lukas, rekan sepelayanan Paulus di dalam memberitakan Injil mempunyai kekhususan sendiri dibandingkan dengan kitab-kitab Injil lainnya.
Lukas mempunyai ketertarikan khusus terhadap mujizat-mujizat yang dilakukan Yesus di dalam menyembuhkan penyakit menahun yang tidak dapat disembuhkan oleh para medis ataupun tabib pada jaman itu. Terlebih-lebih karena pada jaman itu ada pemahaman yang mengatakan bahwa penyebab orang itu sakit adalah karena dosa-dosa atau pelanggarannya.
Bagi Lukas, hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan (ilmu kesehatan) adalah sesuatu yang sangat menarik. Lukas menjelaskan dengan sangat panjang lebar tentang bagaimana kehamilan Maria yang masih Perawan, Lukas juga menjelaskan bagaimana Yesus memyembuhkan dengan berbagai media, Lukas juga menjelaskan bagaimana kematian Yesus dibuktikan dengan keluarnya air dan darah, dan itu semua adalah kebenaran di dalam ilmu kedokteran. Salah satu penyembuhan Yesus akan penyakit menahun yang tidak ada di kitab injil lainnya adalah nas kita ini.
Lukas 13:10-17 merupakan satu kisah unik yang terjadi pada hari Sabat. Saat dimana Tuhan Yesus sedang mengajar di salah satu Sinagoge pada hari sabat. Sinagoge atau kanisah adalah nama tempat bagi orang-orang Yahudi untuk berkumpul dan mengadakan ibadah pada hari Sabat. Dan sebagai seorang guru, Tuhan Yesus seringkali mendapat kesempatan untuk memberikan pengajaran kepada orang-orang Yahudi pada waktu itu.
Saudara, kita tahu bahwa hari Sabat adalah hari peristirahatan bagi setiap orang percaya termasuk pula bagi orang-orang Yahudi.  Namun bagi orang-orang Yahudi, makna Sabat rupanya telah bergeser menjadi satu aturan yang lain dimana hari itu tidak seorang pun diperbolehkan melakukan suatu kegiatan, sekalipun untuk menyembuhkan orang sakit.
Bapak, ibu, sdr.i yang terkasih
Kita bisa bayangkan saudara, jika hal ini dilakukan oleh seorang dokter. Saat tepat hari sabat mereka tidak mau menolong pasien yang tengah sakit parah, tidak ada rumah sakit yang mau menerima pasien di hari Sabat.  Dalam kondisi yang demikian, pastinya kita bisa menebak apa yang akan terjadi dengan nasib orang yang sakit parah itu bukan?
Bapak/ ibu yang kekasih,
Saat Allah menetapkan hari Sabat, sebenarnya Allah tidak bermaksud untuk memberikan satu beban bagi manusia. Justru hari Sabat diberikan Allah bagi manusia, dengan satu tujuan agar manusia mampu mengingat adanya satu hari yang perlu dikhususnya untuk memuliakan Allah. Enam hari lamanya Allah bekerja menciptakan langit dan bumi. Dan pada hari yang ketujuh, Allah Allah menetapkan hari itu sebagai hari yang khusus bagi Dia. Karena itu Allah menghendaki agar manusia menjadikan hari Sabat sebagai hari yang kudus bagi Allah. Hari untuk beribadah kepada Allah.
Dalam hal ini saudara, tindakan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, di Sinagoge pada hari Sabat sebenarnya bukanlah suatu pelanggaran. Justru saat inilah waktu yang terbaik bagi Tuhan Yesus untuk meluruskan makna hari Sabat yang sesungguhnya dan Ia pun ingin mengajarkan satu cara bagaimana memelihara hari Sabat dengan benar yakni dengan jalan berbuat kebajikan bagi orang lain.
Karena itu, saat Tuhan Yesus melihat seorang perempuan yang sudah 18 tahun dibelenggu oleh kuasa roh Jahat, hingga mengakibatkan tubuhnya membungkuk. Tuhan Yesus menyambutnya dengan penuh belas kasihan.
Kita melihat saudara, secara pasti Tuhan Yesus tahu jika perempuan itu dirasuki roh Jahat selama 18 tahun. Selama 18 tahun kuasa roh Jahat itu, menekan kehidupannya. Bebannya menjadi amat berat, hingga mempengaruhi gesture tubuhnya. Dan pada akhirnya menjadikan perempuan itu bungkuk terus-menerus.
Dalam perikop ini kita membaca, Yesus menyembuhkan seorang wanita yang bungkuk oleh roh Iblis selama 18 tahun. Kita bisa membayangkan bagaimana menderitanya perempuan ini, Satu jam saja kita bungkuk badan terasa pegal, apalagi wanita ini bungkuknya sudah 18 tahun. Tetapi menarik sebab wanita ini hadir dalam kebaktian dimana Yesus hadir. Lukas memang tidak menjelaskan apakah wanita ini memang selalu datang atau datang hanya karena ia mendengat bahwa Yesus sedang datang dan akan mengajat di Bait suci itu. Namun yang pasti wanita ini datang ke rumah Allah dan ingin mendengar Tuhan berfirman. Namun kalau kita memperhatikan reaksi awal perempuan ini, kita bisa membuat sebuah kesimpulan kecil bahwa perempuan ini memang rajin datang ke rumah ibadah itu untuk beribadah dan mendengarkan pengajaran akan Firman Tuhan. Bukan karena semata-mata ia mendengar Yesus datang karena ketika ia datang dan mendengar Yesus mengajar ia tidak langsung berseru-seru untuk meminta agar disembuhkan. Namun ia datang dan mendengarkan pengajaran Yesus. Ia mendengarkan Yesus dan percaya kepadaNya.
Bapak, ibu, sdr.i yang terkasih
Alkitab memang tidak menjelaskan kepada kita, mengenai dosa yang telah dilakukan oleh perempuan ini. Namun yang jelas, 18 tahun bukanlah waktu yang sangat pendek bagi perempuan ini mengalami penderitaan yang luar biasa. Sebab selama 18 tahun, perempuan ini disiksa kuasa roh Jahat hingga tubuhnya terus membungkuk.
Ada beberapa penyebab orang menjadi bungkuk :
Pertama, karena sakit/ penyakit. Orang tua biasanya bungkuk karena osteoporosis. Tulang belakang keropos dan tidak mampu menahan tubuhnya. Sebagian lagi karena penyakit kanker menyerang tulang belakangnya sehingga tubuhnya bungkuk, dlsb.
Kedua, orang bisa menjadi bungkuk karena terbiasa dengan sikap tubuhnya yang tidak baik ketika masih anak-anak sehingga ketika dewasa menyebabkan tubuhnya menjadi bungkuk. Karena ketika kecil terbiasa memundak sesuatu (beban-benan yang sangat berat ) yang membuat badannya menjadi bungkuk.
Ketiga, bungkuk dalam arti metafora  karena beban hidup. Masalah yang terlalu berat dalam keluarga atau dalam pekerjaan bisa mengakibatkan hidup terasa sakit bungkuk.
Keempat, bungkuk karena kesibukan atau bisnis. Orang banyak mengejar jabatan dan untung, tetapi setelah mendapat yang diinginkannya menjadi jarang bertemu dengan keluarga. Hari-harinya penuh dengan kesibukan, untuk karir, untuk mencari uang. Kesibukannya menyebabkan dia bungkuk.
Kelima, bungkuk karena dirasuk Iblis, seperti wanita dalam perikop di atas. Ada roh jahat masuk ke dalam tubuhnya, menjadi penyakit, merusakkan organ-organ tertentu dalam tubuhnya sehingga bungkuk.
Mata orang yang bungkuk biasanya lebih banyak mengarah ke tanah. Ia hanya bisa memandang ke bawah dan kesamping, dan sangat sulit memandang kedepan apalagi ke atas.
Bisa kita bayangkan bagaimana menderitanya ia selama itu saudara. Saya yakin, kalau kita mau mencoba satu jam saja kita berjalan dengan cara membungkuk, pastinya kita akan merasakan badan kta akan pegal-pegal, kepala kita akan semakin berat, sebab aliran darah kita tidak lagi lancar. Keseimbangan tubuh menjadi berkurang, akibatnya mata kita akan berkunang-kunang. Karena itu 18 tahun bukanlah hal yang mudah dan gampang bagi perempuan ini untuk menjalani hidup.
Yang menarik disini saudara, bahwa wanita ini hadir dalam kebaktian yang diadakan oleh Tuhan Yesus tidak dimaksudkan khusus untuk meminta kesembuhan dari Tuhan Yesus. Artinya, tidak selamanya kesembuhan itu terjadi atas permintaan seseorang.
Biasanya saudara, seseorang datang kepada Tuhan Yesus adalah untuk meminta kesembuhan bukan? Tetapi perempuan ini sama sekali  tidak  menunjukkan bahwa dia ingin minta disembuhkan atau sedang mengharapkan sesuatu dari Tuhan Yesus. Kehadirannya justru dipakai Tuhan Yesus untuk memberikan pelajaran berharga bagi semua orang.
Karena itu, saat ia berada di rumah Tuhan. Tuhan tahu apa yang ia butuhkan. Karena itu inisatif datang dari Tuhan Yesus yang melihat kondisi perempuan yang mengenaskan ini.
Ketika Yesus melihat penderitaan perempuan itu, Tuhan Yesus tergerak oleh belas kasihan, kemudian Ia memanggilnya: “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh” (ayat 12). Dalam terjemahan aslinya, saudara ayat ini berkata: “Hai ibu, saat ini juga engkau telah dilepaskan dari penyakitmu itu.”
Saudara, suatu pemandangan yang pastinya mengejutkan banyak orang. Ditengah-tengah semua orang berkonsentrasi ke depan dengan apa yang sedang Tuhan Yesus jelaskan. Tiba-tiba Tuhan Yesus berteriak kepada seorang perempuan yang berada di belakang mereka. Seketika itu pastinya seluruh mata memandang kepada perempuan itu.
Saudara, mereka melihat seorang perempuan yang bungkuk badannya, sedang tertatih-tatih berjalan ke depan mimbar. Dan saat Tuhan Yesus menjamahnya, saat Tuhan Yesus meletakkan tanganNya atas perempuan itu. Tiba-tiba perempuan itu pun berdiri tegak. Wajahnya seketika berseri-seri, beban yang selama ini ia harus pikul, kini lepas oleh kuasa Tuhan Yesus.
Dan kalau pun itu adalah kejadian yang paling ajaib bagi dia, pastinya ia akan menunjukkan gelagat kegirangan. Karena itu dikatakan, perempuan itu seketika memuliakan Allah yang telah menolongnya lepas dari jerat kuasa roh Jahat.
Saudara tidak ada yang dapat menyangkal kejadian ini. Semua mata melihatnya dengan jelas kejadian yang ajaib ini. Semua orang pastinya mengenal siapa yang dipanggil oleh Tuhan Yesus, sebab perempuan itu sudah 18 tahun dikenak sebagai perempuan bungkuk. Dan kejadian itu pastinya membawa decak kagum diantara banyak orang.
Namun yang aneh saudara, ditengah-tengah kekaguman orang banyak, tiba-tiba kepala rumah ibadat itu berdiri. Hatinya sangat gusar karena penyembuhan itu dilakukan Tuhan Yesus pada hari Sabat. Ia marah dengan kejadian yang tidak lazim baginya itu. Ia menganggap seolah-olah kejadian itu, adalah suatu kesalahan besar. Namun ia tidak berani menunjuk Yesus secara langsung. Matanya hanya tertuju kepada seluruh hadirin yang hadir saat itu, sekalipun ia sedang menyindir Tuhan. Dan ia pun berkata: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat." (ayat 14).
Dari sini kita melihat, sepertinya ia ingin berkata, bahwa teknik menyembuhkan itu sama artinya dengan bekerja. Dan karena itu Tuhan Yesus dianggap telah melanggar hukum hari Sabat, karena Tuhan Yesus menyembuhkan pada hari Sabat.
Saudara,
Rasanya tidak habis pikir mengapa kepala rumah ibadat merasa gusar atas perbuatan Tuhan Yesus yang menyembuhkan orang pada hari Sabat. Mungkin kepala rumah ibadat itu berfikir bahwa kerasukan roh Jahat tidak akan membahayakan nyawa perempuan itu, sebab hal itu bisa menunggu hari berikutnya untuk disembuhkan. Namun bagi Yesus tidak ada yang salah atas perbuatannya.
Untuk sebuah kesembuhan, pertobatan dan pengampunan hanya ada satu kata yang tepat untuk kita ucapkan dan lakukan yaitu “SEKARANG JUGA”. Bagi Tuhan Yesus yang membuat hari sabat dan Kristus atas hari Sabat, melakukan mujizat atas seorang wanita yang sakit bukanlah suatu pelanggaran akan perintah Tuhan.
Yesus menyebut kepala rumah ibadat yang datang kepadanya dengan cara seperti itu merupakan orang-orang yang munafik, karena sesungguhnya pada hari Sabat mereka selalu melepaskan ternaknya untuk minum. Itu artinya mereka tetap juga melakukan suatu aktifitas di hari Sabat.
Jadi apa bedanya dengan tindakan Tuhan Yesus yang menyembuhkan atau melepaskan ikatan roh yang membelenggu perempuan tersebut pada hari Sabat?
Sekarang Tuhan Yesus ingin menunjukkan mana yang lebih berharga manusia atau ternak? Kedua-duanya sama-sama mahkluk hidup!! karena jika ternak mereka tidak dilepaskan untuk minum maka ternak-ternak mereka akan mati kehausan. Begitu pun dengan perempuan itu saudara, jika tidak segera ditolong, mungkin roh Jahat segera merenggut nyawanya dan jiwanya tidak dapat diselamatkan.
Dan lagi, Tuhan Yesus memandang perempuan ini sebagai keturunan Abraham. Apa maksudnya saudara? Keturunan Abraham adalah keturunan yang diberkati Tuhan. Abraham adalah bapa segala orang beriman. Karena kita adalah keturunan atau anak-anak Abraham maka kita berhak menerima berkat janji-janji Tuhan kepada Abraham, yaitu janji berkat, janji keselamatan, janji kemakmuran, janji kesembuhan, dll.
Siapa lagi yang disebut keturunan Abraham? Galatia 3:29 menyebutkan, “kalau kita milik Kristus, percaya kepada Kristus, maka kita juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Tuhan”
Jadi saudara, perempuan ini dianggap sebagai keturunan Abraham bukan karena keturunan secara darah, tetapi karena ia percaya pada perbuatan tangan Tuhan.
Saudara, kepala rumah ibadah itu, tidak peka terhadap kebutuhan orang lain. Ia pun memiliki asumsi yang salah mengenai hukum hari Sabat.
Oleh sebab itu ketika seseorang tidak peka dan tidak lagi mendengar keluh kesah penderitaan orang alias telah menjadi buta-tuli terhadap keluh kesah orang lain, maka hal tersebut merupakan hal yang memalukan bagi Allah.
Saudara, entah mengapa di jaman sekarang banyak orang mengalami krisis iman. Nyawa manusia  oleh sebagian orang dianggap tidak penting dan tidak berarti sama sekali. Tindakan bunuh diri dan membunuh orang seolah-olah menjadi hal yang biasa dilakukan. Begitu mudahnya orang berteriak bahwa tindakan seperti itu sebagai suatu jihat.
Dari sini kita diingatkan bahwa, ikatan roh yang mengikat perempuan itu sehingga sakit dan menderita secara jasmani maupun rohani, adalah gambaran dari kehidupan manusia yang terikat oleh iblis yang berakibatkan pada dosa, penderitaan dan kematian.  Dan tindakan Tuhan Yesus terhadap perempuan yang dirasuk roh Jahat ini, membuktikan bahwa kita sangat memerlukan pertolongan dari Tuhan.
Demikianlah kata firman Tuhan dalam Matius 9:12-13: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa”
Bapak, ibu, sdr.i yang terkasih
Kita memiliki waktu 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam seminggu, akan tetapi anehnya banyak orang merasa seolah-olah waktu itu tidak cukup untuk segala pekerjaan dan rutinitas yang ada. Yang secara tidak sadar telah menyeret orang untuk mencuri waktunya Tuhan. Mereka merasa biasa jika tidak beribadah hari minggu. Mereka tidak merasa bersalah jika tidak hadir dalam ibadah minggu. Yang seharusnya waktu itu kita pakai untuk beribadah kepada Tuhan. Tetapi mereka memandang enteng hari itu. Sikap ini saudara, sama artinya dengan sikap orang-orang yang munafik.
Padahal ibadah, adalah hal penting yang harus dilaksanakan oleh setiap orang beriman, sebagai bukti yang kelihatan bahwa seseorang menyatakan sikap taat, dan hormat kepada Allah yang ia muliakan.
Melalui ibadah kita memuji akan kebesaran Tuhan. Melalui ibadah rasa syukur kita ungkapkan. Melalui ibadah juga permohonan ampun atas dosa-dosa kita sebutkan. Tidak ketinggalan segala pinta kita panjatkan, bahkan nilai-nilai persekutuan kita nampakkan!
Dalam perintah ke-4 hukum Taurat yang tercatat dalam Alkitab, secara jelas Allah sendiri yang memerintahkan: “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ke tujuh adalah hari Sabat TUHAN Allahmu.....” (Keluaran 20:8-11).
Ibadah itu sangat penting! “…Ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (1 Timotius 4:8) Jadi janganlah kita meremehkan dan melalaikan arti sebuah ibadah! Khususnya ibadah di hari Sabat.
Janganlah kita habiskan waktu hanya untuk bekerja dan mengumpulkan harta. Tetapi pakailah juga waktu untuk bersekutu dan bersukacita bersama Tuhan.
Hari ini, kiranya pengajaran Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk memprioritaskan ibadah dalam setiap jadwal-jadwal rutinitas kita. Orang yang memberikan waktunya untuk bersekutu dengan Tuhan, dengar-dengaran akan Firman Tuhan pasti akan merasakan jamahan Tangan Tuhan yang akan menyembuhkan dan memulihkan.
Dikatakan, hari itu semua lawanNya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia yang telah dilakukanNya. Begitu pula kiranya kita merasa malu, apabila selama ini kita memiliki konsep yang salah tentang hari Sabat. Dan mulai membenahi diri dan semakin giat melakukan ibadah.
Begitu pula, untuk melakukan kebaikan. Perbuatan baik seharusnya tidak mengenal libur. Perbuatan baik kita lakukan bukan supaya kita diselamatkan dan menambah pahala, tetapi perbuatan baik kita lakukan karena kita telah menerima keselamatan itu dan sebagai bukti kasih kita kepada Allah dan sesama.
Peraturan semestinya dibuat untuk mempermudah pelayanan, bukan untuk menghambat atau membatasinya. Mari kita mengikuti jejak keteladanan Tuhan Yesus. Dia mementingkan menolong orang lain daripada mematuhi peraturan yang membelenggu. Apabila kita merasa sanggup menolong hari ini, jangan menundanya untuk esok hari, sebab belum tentu kesempatan itu esok hari kita dapatkan.
Tidak ada satu kekuatan pun yang dapat menghentikan karya Kerajaan Allah. Biarlah melalui perbuatan baik kita, nama Tuhan dipermuliakan dan Kerajaan-Nya dinyatakan. Amin.