Tampilkan postingan dengan label Efesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Efesus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2016

PERGUNAKANLAH WAKTU YANG ADA

PERGUNAKANLAH WAKTU YANG ADA
Efesus 5:15-17


Bapak ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Berbicara tentang waktu, dalam kaitannya dengan kehidupan kita, kita mendapati satu fakta bahwa kehidupan yang sementara kita jalani adalah sangat singkat. Alkitab menegaskan kepada kita bahwa usia manusia pada umumnya 70 tahun, dan kalau ia kuat ia akan mencapai garis 80 tahun.
Dikatakan dalam Mazmur 90:10 “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.”
Saudara, berkenaan dengan hal ini, ada seseorang yang mencoba membuat catatan bagaimana ia telah mempergunakan waktu sepanjang hidupnya selama 70 tahun. Setelah ia menghitung-hitung maka ia mendapatkan angka-angka sebagai berikut: Tidur 23 tahun (32,9%), Bekerja 16 tahun (22,8%), Beribadah 0,5 tahun (0,7%), Nonton TV 8 tahun (11,4%), Makan 6 tahun (8,6%), Berpergian 6 tahun (8,6%), Bersantai-santai 4,5 tahun (6,5%), Sakit 4 tahun (5,7%), Berpakaian 2 tahun (2,8%).
Dari sini ia mendapatkan satu kesimpulan bahwa 93,6% ia habiskan hidupnya untuk memuaskan keinginannya. Sebab 5,7% ia harus jalani dalam kondisi sakit. Sisanya hanya 0.5% ia persembahkan untuk Tuhan.
Saudara mungkin kita akan terkejut dengan banyaknya waktu yang disia-siakan untuk hal-hal yang tidak berguna atau untuk hal-hal yang sifatnya duniawi sementara waktu untuk hal-hal yang rohani bagi pekerjaan Tuhan sangat sedikit.
Mungkin kitapun bisa membuat catatan tentang kehidupan kita dalam rentang 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun mengenai hal-hal apa yang kita lakukan. Namun dari semua catatan itu, yang terpenting untuk kita sadari adalah bagaimana kita menjalani waktu yang Tuhan karuniakan dalam hidup kita dengan sesuatu yang berkenan kepadaNya.
Bapak/ ibu yang kekasih,
Setuju atau tidak, kehidupan ini penuh dengan pilihan. Kita bisa memilih hidup yang bermakna atau memilih menjalani hidup yang sia-sia. Kita bisa memilih hidup memuliakan Allah atau memilih hidup yang mempermalukan nama-Nya.
Pada saat memilih, kita bisa mengandalkan diri sendiri dan hanya memperhatikan kepentingan sendiri, tetapi kita juga bisa memilih untuk mengandalkan hikmat Allah dan memuliakan Allah.
Akan tetapi saudara, sadarkah bahwa dalam sehari yang kita lalui ada 86.400 detik yang dihadiahkan Tuhan kepada kita, dan itu berlaku sama bagi semua orang. Sebab kita masing-masing menjalani kehidupan selama 24 jam dalam sehari. Sekarang coba kita kalikan angka tersebut dengan umur kita sekarang, maka kita akan terkejut melihat angkanya.
Misalnya kita akan menghitungnya dalam waktu satu tahun. Maka 86.400 x 365 hari = 31.536.000 detik. Kalau kita mau menghitungkan sepanjang umur 40 tahun, maka kita memiliki 31.536.000 x 40 = 1.261.440.000 detik. Saudara, apa yang kita pakai untuk mengisi milyaran atau trilyunan detik yang sudah kita lalui hingga saat ini?
Sebuah bagian dari doa Musa yang pernah dicatat dalam kitab Mazmur menggambarkan akan kesadarannya betapa pentingnya waktu yang telah disediakan Allah bagi kita. Musa berkata: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12).
Bapak/ ibu yang kekasih,
Jika kita bandingkan kehidupan kekal yang menantikan kita, hidup di dunia ini memanglah sangat singkat. Tetapi bukankah 86.400 detik sehari seharusnya lebih dari cukup bagi kita untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan?
Dalam kaitannya dengan panggilan hidup sebagai anak-anak terang yang disampaikan Paulus dalam surat Efesus 5:1-21 kita bisa melihat dengan jelas bagaimana kita bisa mengisi dan memanfaatkan waktu kita dengan baik. Bahwa sesungguhnya mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya adalah nasehat yang berasal dari Firman Tuhan. Namun sayangnya saudara, banyak orang-orang diluar sana yang tidak tahu pentingnya nilai hidup yang diberikan Tuhan bagi dirinya, sehingga mereka mengabaikan kebenaran firman Tuhan ini.
Tetapi bagi kita yang hidup di dalam kebenaran Tuhan, mari kita memperhatikan apa yang Tuhan mau kita kerjakan sehubungan dengan kehidupan yang Tuhan telah percayakan dalam kehidupan kita:

1. Perhatikanlah Dengan Seksama Bagaimana Kamu Hidup (ay.15).
Bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Apa yang dijelaskan oleh firman Tuhan ini pada dasarnya menunjuk kepada implikasi dari hidup berpadanan dengan panggilan Tuhan (4:1). Dikatakan disana: “Sebab itu aku menasihatkan kamu, …… supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.” Kita perhatikan saudara saat Paulus menasihati para pembacanya untuk memperhatikan dengan seksama bagaimana mereka hidup. Secara literal sebenarnya ia sedang berkata bahwa: “Allah menghendaki agar setiap orang percaya dapat menjalani kehidupan-nya dengan segala kewaspadaan. Atau Allah menghendaki agar setiap kita menjalani kehidupan dengan tepat, akurat dan dalam pertimbangan yang baik.”
Untuk menjelaskan bagian ini, Paulus memberikan suatu perbandingan yang sangat kontras tentang kehidupan dengan memakai kata “bebal” dan “arif”.
Saudara, Orang yang bebal itu adalah orang yang tidak suka diajar, ia tidak peduli dengan yang namanya nasehat apalagi teguran. Orang bebal selalu merasa benar dalam jalan yang ia tempuh. Dan jika ada orang yang tidak sepaham dengan dia maka ia akan menganggap orang yang tidak sepaham itu salah, sebab dia tidak pernah merasa salah.
Orang yang bebal biasanya tidak mau memperhatikan bagaimana dia hidup. Ia menjalani kehidupannya dengan sangat sembrono dan tanpa tujuan. Yang dikejarnya adalah kesenangan diri dan kepuasan jasmani.
Lagi pula orang bebal tentu saja tidak akan menyukai Firman Tuhan, sebab Firman Tuhan seperti yang dikatakan dalam II Timotius 3:16-17 “…memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”
Orang yang bebal tidak menyukai Firman Tuhan sebab Firman Tuhan itu akan selalu mengajar sementara mereka tidak suka diajar, Firman Tuhan akan menyatakan kesalahan sementara mereka merasa diri selalu benar, Firman Tuhan akan memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran, sementara orang bebal merasa hidupnya telah sempurna. Ia tidak butuh dikoreksi. Maka yang terjadi orang yang bebal akan merasa diri lebih pintar daripada firman Tuhan.
Nah saudara, Firman Tuhan mengingatkan kita supaya “jangan seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.” Berbeda dengan orang yang bebal, orang Arif adalah orang yang mau diajar, suka menerima nasehat dan bertindak hati-hati dalam hidupnya. Sebab ia tahu, sekali ia memutuskan hal yang salah, keputusan itu akan membawa dampak di masa yang akan datang.
Karena itu, orang yang arif atau bijak, ia akan memilih untuk menjalani kehidupan dengan hikmat Allah. Hikmat Allah akan menjadi fondasi jalan hidupnya. Sebab pertimbangan-pertimbangan yang diambilnya adalah dari firman Tuhan. Kita bandingkan dengan Mazmur 119:105 yang mengatakan: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Jadi saudara, firman Tuhan yang dibacanya setiap hari, yang direnungkannya itulah yang akan menuntun jalan hidupnya. Bagaimana menjalani kehidupan di dalam keluarga, gereja, tempat ia bekerja, masyarakat dan dunia ini? Bagaimana dengan kita saudara? Kalau kita yang hadir disini sadar dan mau untuk memperbaharui kehidupan kita di hadapan Tuhan, maka kita akan hidup seperti orang-orang yang arif.

2. Pergunakanlah Waktu Yang Ada (ay.16).
Bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Ada dua istilah “waktu” yang dipakai dalam bahasa Yunani, yaitu “kronos” dan “Kairos”. “Kronos” berbicara soal kronologi waktu yang terus berjalan dari detik ke detik dan dari hari ke hari. Sedangkan “Kairos” adalah waktu yang berkaitan dengan sebuah momentum atau kesempatan. Nah yang manarik saudara, Paulus menggunakan kata “waktu” dalam ayat ini, adalah pada istilah “Kairos.” Jadi kalau kita terjemahkan secara harafiah maka ayat ini akan berbunyi: “Dan tebuslah/ pakailah dengan maksimal segala kesempatan yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”
Saudara, dari sini kita mendapatkan satu pemahaman bahwa waktu itu sangat berharga. Jadi sebenarnya Alkitab mau menjelaskan kepada kita bahwa betapa mahalnya sebuah waktu sampai Allah meminta kita untuk menebusnya/ memakainya secara maksimal “segala yang ada”. Karena itu adalah kesempatan yang berharga. Dan setiap kesempatan pastinya tidak boleh kita sia-siakan. Hanya orang-orang yang bodoh yang selalu membiarkan kesempatan itu berlalu dengan sia-sia.
Saudara, kita tidak tahu berapa lama kita menjalani kehidupan kita. Kita tidak tahu berapa lama kita bertahan dalam pengabdian di lembaga yang kita jalani saat ini. Tetapi kalau kita mau kaitkan ayat ini dengan pokok bahasan kita, maka apa yang sedang kita kerjakan saat ini, itu adalah kesempatan yang berharga yang kita peroleh, yang tidak boleh kita sia-siakan.
Jadi saudara, ungkapan “Pergunakan setiap waktu yang ada” lebih berbicara tentang sebuah momentum yang diberikan Tuhan Allah kepada setiap orang. Oleh karena itu biarlah setiap waktu yang kita lalui sejatinya memberikan makna dalam kehidupan kita masing-masing.
Lagi pula Firman Tuhan mengingatkan bahwa “Hari-hari yang kita lalui jahat.” Saudara, yang dimaksud dalam ayat ini adalah segala tipu muslihat iblis untuk menggagalkan masa depanmu dengan berbagai cara. Iblis tahu Allah memiliki rencana yang indah bagi hidupmu, dan iblis sungguh cemburu dan menginginkan agar kita tidak sampai kepada apa yang dirancangkan Allah bagi kita. Bagi orang muda iblis sangat senang menipu kita dengan mempergunakan hawa nafsu orang muda. Bagi orang tua iblis senang memanipulasi mereka sehingga mereka terlena dengan zona nyaman yang mereka peroleh.
Bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Jadi karena kehidupan yang kita sedang jalani dipenuhi oleh kejahatan yang berusaha menjatuhkan anak-anak Tuhan, penting bagi kita untuk mengisinya dengan hal-hal yang berkenan kepada Allah.
Lagi pula saudara, Alkitab mengatakan bahwa sejarah digambarkan seperti sebuah garis linier dari titik alfa sampai titik omega dan semua itu harus dipertanggung-jawabkan satu demi satu di hadapan Tuhan. Kalau tadi dikatakan bahwa waktu yang diberikan Tuhan kepada kita sangat berharga untuk kita abaikan begitu saja. Maka kesadaran kita akan mahalnya sebuah waktu kiranya menjadikan kita seorang yang bijaksana dalam mempergunakan waktu. Kita yang telah mengerti betapa mahalnya sebuah waktu, sejatinya tidak akan menyia-nyiakan setiap kesempatan yang kita peroleh untuk hidup memuliakan Tuhan.
Dengan demikian meskipun kita hidup di tengah-tengah hati yang jahat ini, ditengah-tengah dunia yang bengkok ini, kita tidak akan menghindari ataupun takut terhadap kuasa tersebut. Sebaliknya kiranya justru itu semakin mendorong kita untuk bijaksana, mempergunakan waktu yang ada di dunia yang telah jatuh dalam dosa ini untuk menjalani hidup yang menyenangkan Allah.

3. Berusahalah Supaya Dapat Mengerti Kehendak Tuhan (ay. 17).
Bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Dalam bagian yang terakhir ini, kembali Paulus memperbandingkan dua hal yang kontras. Kali ini ia ia menggunakan kata “bodoh” dan “mengerti”. Dalam terjemahan baru dikatakan: “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (ay 17). Atau dalam terjemahan aslinya berkata; “Karena itu, janganlah kamu menjadi bodoh, tetapi mengertilah apa yang menjadi kehendak Tuhan.”
Saudara, peringatan yang sama juga dapat kita lihat dalam catatan Paulus dalam Kolose. Disana dikatakan: “Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada“ (Kolose 4:5).
Dari sini kita mendapatkan satu pemahaman bahwa seseorang yang telah percaya kepada Tuhan Yesus, tidak boleh kembali pada cara hidup mereka yang lama karena itu adalah suaru kebodohan (Efesus 4:18). Sebaliknya mereka harus berusaha untuk mencapai tujuan Allah.
Dan tujuan Allah tidak lain adalah supaya kita mengerti kehendakNya. Ini merupakan suatu konsep yang utuh dari pekerjaan Allah di dalam Kristus. Dimana Allah mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus. Allah mengerjakan segala sesuatu dalam kesesuaiannya dengan tujuan kehendakNya (1:11), menetapkan semua orang menjadi anak-anakNya (1:5). Demikian pula sebagai anak-anak Tuhan, tujuan hidup kita tidak lain adalah untuk mengerti kehendak Tuhan. Karena itu Saudara, seorang yang telah mengalami kelahiran baru di dalam Tuhan Yesus pastinya akan menghindari kehidupan yang bodoh, sebaliknya Allah menghendaki kita untuk berusaha mengerti kehendakNya.
Kata “Mengerti” kita pahami berarti menggunakan akal kita untuk mencari dan melakukan kehendak Allah. Allah ingin agar kita tidak hanya mengetahui kehendakNya, melainkan juga dengan akal yang dikaruniakan Tuhan kepada kita, Ia menghendaki supaya kita dapat memahami kehendakNya.
Bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Kehendak Tuhan memang seringkali melampaui rancangan dan jalan manusia (Yesaya 55:8-9). Tetapi dalam ketaatan kita untuk melakukan setiap firmanNya disitulah terpancang satu hikmat untuk dapat mengerti kehendak Tuhan.
Karena itu, yang terpenting bagi kita saudara, berusahalah untuk mengerti kehendak Tuhan dengan membaca, merenungkan, memperlajari dan melakukan firman Tuhan. Dengan demikian hidupmu akan berhasil di hadapan Allah dan sesama.
Kembali kepada topik pembahasan kita saudara, Setiap kita dikaruniakan waktu 86.400 detik per-hari. Pertanyaannya, dengan apa kita mengisinya? Sudahkah kita mempergu-nakan setidaknya sedikit dari detik-detik itu untuk mengucap syukur kepada Tuhan? Sudahkah kita mempergunakannya untuk berdoa dan terus membangun hubungan yang lebih dalam lagi kepada Tuhan? Berapa banyak waktu yang kita pakai untuk mempergunakan semua talenta yang diberikan Tuhan demi memuliakanNya? Atau paling tidak mari kita kembali berpikir: Seberapa penting kita menganggap waktu yang ada ini?
Saudara, waktu yang sudah lewat tidak akan pernah bisa kembali lagi. Jika kita masih terbiasa membuang-buang waktu, saya rasa inilah saatnya untuk kita dapat mulai berubah. “supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.” (1 Petrus 4:2). Mari kita memanfaatkan waktu yang masih ada dengan melakukan sesuatu yang berkenan kepadaNya. Saya rindu hari ini kiranya Tuhan menyadarkan kita untuk kembali menjadi orang-orang yang bijak dalam menggunakan waktu. Amin

Senin, 05 Oktober 2015

MENGERTI TUJUAN HIDUP

MENGERTI TUJUAN HIDUP
Efesus 1:3-14


Sidang jemaat yang kekasih,
Pernahkah Anda berpikir bahwa kehidupan ini seperti sebuah perjalanan yang mengalir biasa-biasa saja? Dimulai dari kanak-kanak kemudian tumbuh menjadi dewasa, kita masuk dunia sekolah, kemudian kita kuliah, kita bekerja, setelah bekerja kita menikah, lalu mempunyai anak-anak, setelah itu kita menjadi tua, menjadi kakek-nenek dan pada akhirnya kita meninggal.
Apakah arti hidup ini saudara? Melihat kenyataan ini, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali orang berpikir seperti ini: “Bahwa hidup sepertinya terasa sangat simpel dan tidak menarik”. Kita berusaha ini dan itu dan pada akhirnya kita meninggalkan semuanya. Hidup seperti sebuah siklus yang dimulai dari lahir dan diakhiri dengan sebuah kematian. Ada satu klip yang menceritakan kepada kita bahwa hidup itu begitu singkat.
Pertanyaannya saudara, apakah hidup kita hanya sebatas itu saja? Apakah arti hidupmu?  Apakah tujuan hidup kita?
Coba kita berpikir ulang saudara, dan kita melihat dari kacamata Tuhan, bagaimanakah Tuhan memandang kehidupan kita? Mengapa Tuhan menciptakan kita dan menempatkannya di dalam dunia? Apa tujuannya? Bagaimana kita dapat mengerti apa yang direncanakan Tuhan dalam hidup kita?
Saudaraku yang dikasihi Tuhan,
Setuju atau tidak, sebenarnya Tuhan sedang menuntut kita kembali memiliki hidup yang menurut maksud dan tujuan Allah. Namun ini baru bisa terjadi jika kita sudah kembali kepada Kristus. Dari sinilah rencana dan maksud itu baru bisa mencapai kepenuhannya. Sebab sebelum kita sampai kepada tujuannya, kita harus mengerti maksud dari Allah Pencipta kita bahwa setiap orang harus tahu di mana bagiannya.
Artinya bapak ibu yang kekasih,
Jika saudara ditetapkan jadi petani. Jadilah petani Kristen yang baik, menjadi pengusaha Kristen yang baik, dokter Kristen yang baik, intelektual Kristen yang baik. Artinya, kita harus mengerti dimana posisi kita masing-masing dalam dunia profesi kita. Bahwa sebenarnya itu semua bukan atas dasar kemauan kita sendiri, tapi rencana Tuhan yang membentuknya demikian. Bukan untuk kesenangan diri kita saudara, melainkan demi rencana Allah dalam hidup kita agar kerajaan Allah itu digenapi.
Sebab jika kita tidak kembali kepada maksud Allah, maka semua yang kita kerjakan akan menjadi sia-sia. Kita seperti sedang menimbun kehancuran yang kita kejar selama bertahun-tahun, dan mendapati kehidupan yang tanpa arti.
Bapak/ ibu yang dikasihi Tuhan,
Sebagai orang yang telah mengenal Kristus, seharusnya kita patut memuji nama Allah, oleh karena di dalam Kristus kita menerima segala berkat-berkat rohani di sorga. Saudara ini adalah sebuah rahasia besar. Namun rahasia itu telah disingkapkan Allah kepada setiap orang yang menaruh percaya kepada Kristus. Dan rahasia besar ini baru bisa dimengerti apabila orang tersebut menyatakan diri menerima dan menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya.
Disebut sebagai berkat-berkat rohani saudara, karena untuk membedakan dari pemberian-pemberian yang lain dari Allah. Misalnya, kekayaan, jabatan, kesembuhan, kesehatan, panjang umur, pengetahuan, hal-hal ini diberikan Allah kepada orang percaya maupun yang tidak percaya. Bahkan matahari diterbitkan dan hujan diturunkanNya pun kepada orang yang jahat dan orang yang baik, kepada orang yang benar dan kepada orang yang tidak benar (Matius 5:45).
Tetapi berkat-berkat rohani yang disebut dalam ayat-ayat ini hanya disediakan Allah kepada orang-orang yang telah percaya kepada Kristus. Berkat rohani itu disebut “di dalam sorga”, untuk menyatakan bahwa ragam berkat ini semata-mata hanya karunia dari sorga, tidak ada yang berasal dari dunia, tidak ada sedikitpun usaha dari manusia untuk memper-olehnya dan tidak ada suatu keunggulan dari seseorang sehingga ia berhak menerima berkat rohani ini.
Karena itu yang patut kita mengerti bahwa sumber berkat itu tidak lain adalah dari Allah Bapa kita. Bukan dari setan, dan bukan pula manusia, yang sekalipun Allah sering menggunakan manusia sebagai saluran berkat-Nya. Tetapi dalam hal ini, firman Tuhan menegaskan, bahwa Allah Bapalah yang menyingkapkan rahasia besar ini di dalam Tuhan kita Yesus Kristus.
Saudaraku setidaknya ada 7 rahasia yang dinyatakan Allah Bapa sebagai berkat-berkat rohani yang dilimpah-kanNya kepada orang percaya, yaitu:
1.    Allah telah memilih kita supaya kudus, dan tak bercacat dan itu dikerjakan sebelum dunia dijadikan (ayat 4).
2.  Allah telah menentukan kita dari semula menjadi anak-anakNya, sesuai dengan kerelaanNya (ayat 5).
3.  Orang-orang percaya beroleh penebusan, yaitu pengampunan akan dosa, berdasarkan kasih karuniaNya (ayat 7).
4.  Menerima penyataan rahasia Allah sesuai kehendakNya (ayat 9).
5.   Hidup kita menjadi puji-pujian bagi kemuliaanNya (ayat 12)
6.  Mendengarkan firman kebenaran, yaitu Injil keselamatan (ayat 13).
7.   Dimeteraikan dengan Roh Kudus sampai kita memperoleh keseluruh-annya (ayat 13-14).
Dari sini kita pahami satu hal saudara, bahwa menjadi Kristen bukanlah sebuah pilihan dari setiap orang. Agama Kristen bukanlah suatu pilihan seperti kebanyakan agama-agama lain. Artinya menjadi Kristen bukan karena kemauan pribadi seseorang. Bukan pula berdasarkan pilihan seseorang. Tetapi kekristenan adalah penyataan Allah yang berlaku pada setiap orang yang dikehendakiNya. Allahlah yang memilih saudara dan saya supaya mengalami kasih karuniaNya yang menjadi latar belakang pemilihan itu. Dan pemilihan itu sekaligus menunjukkan bahwa kita memiliki hidup yang berbeda dengan anak-anak dunia (Yohanes 15:19).
Karena itu bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Kehadiran kita di dalam dunia ini bukan sekedar memenuhi angka statistic tetapi sungguh-sungguh merupakan bagian dari rencana Allah yang agung. Dan inilah yang patut kita syukuri dalam kehidupan kita, bahwa bukan karena kekuatan kita, kita ada. Bukan karena hikmat yang ada pada kita, kita memperoleh kekayaan. Tetapi semuanya semata-mata hanya karena kasih karunia Allah.
Yang menarik disini saudara, bahwa pilihan itu dikerjakan Allah jauh sebelum kita dilahirkan, jauh sebelum kita mengerti tentang kekristenan, dimana Allah telah menetapkan kita menjadi milik kepunyaanNya. Dan menjadikan kita anak-anakNya.
Saudaraku, tidak ada hal yang lebih indah dalam kehidupan kita, ketika kita yang terlantar, kita yang seharusnya menjadi musuh Allah. Namun di dalam Kristus, kita diangkat, kita diadopsi menjadi anak-anak Allah.
Hal ini memperlihatkan kepada kita saudara, betapa berharganya kita dalam pemandangan Allah. Kita adalah orang-orang yang dikasihi oleh Allah bukan karena kita layak dan patut menerimanya tetapi semata-mata atas kerelaanNya yang memilih kita (Band. Yesaya 43:4).
Justru melalui karya penebusan Yesus Kristus itulah, pada akhirnya kita memperoleh jalan pada pengampunan akan dosa. Sebab sebelum kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita adalah hamba dosa. Kita hidup terikat oleh dosa dan buah dosa itu merusak seluruh aspek kehidupan kita. Namun, kemudian Kristus hadir dan menebus kita dari cara hidup yang sia-sia yang kita warisi dari nenek moyang kita. Bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, tetapi Kristus menebus kita dengan darahNya yang mahal (1 Petrus 1:18-19). Dan karena Kristus, maka Allah menganggap kita berharga di mataNya.
Sidang jemaat yang dikasihi Tuhan,
Kolose 2:13 mengatakan bahwa Tuhan Yesus telah mengampuni segala dosa dan pelanggaran kita. Dikatakan “segala dosa” hal itu menyangkut dosa-dosa kita di masa lampau, dosa kita yang sekarang dan dosa yang akan datang... semuanya sudah diampuni oleh Tuhan Yesus. Dan pengampunanNya cukup untuk setiap orang yang percaya kepadaNya.
Hal ini menegaskan bukan supaya kita menganggap enteng dosa, sebaliknya supaya kita tidak dengan sengaja kembali berbuat dosa. Namun apabila kita jatuh karena dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil (Band. 1 Yohanes 2:1).
Bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Kesadaran bahwa Kristus telah mengampuni segala dosa kita, membawa kita kepada satu kehidupan yang merdeka dari dosa. Kita tidak lagi terikat oleh dosa, kita dibebaskan dari perasaan tertuduh karena dosa, dan kita mendapatkan rasa aman untuk menjalani kehidupan yang baru di dalam Kristus. Hanya Allah, menuntut kita untuk tidak mempergunakan kemerdekataan itu untuk hidup di dalam dosa.
Bapak ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Kenyataan ini menjawab pernya-taan dalam ayat ke-4 bahwa Allah memilih kita supaya kita hidup kudus dan tak bercacat di hadapanNya. Saudara, inilah bukti bahwa keselamatan itu tidak tergantung dari usaha manusia, tetapi tergantung sepenuhnya pada karya Allah di dalam Yesus Kristus Tuhan kita.
Dan inilah harapan yang kita miliki di dalam Kristus, yaitu supaya kita semua beroleh bagian yang telah ditetapkan Allah sebelumnya. Dan melalui kebenaran firmanNya di dalam Injil, memberikan kepada kita kekuatan dan penghiburan sebab untuk itulah firman Tuhan ini dituliskan.
Lagi pula karya keselamatan itu saudara, dijamin sepenuhnya oleh satu pribadi yaitu Roh Kudus. Jadi saudara, saat kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita dimateraikan oleh Roh Kudus yang menjadi jaminan bahwa keselamatan yang Tuhan janjikan kepada kita adalah sesuatu yang pasti akan menjadi milik kita. Meterai dalam lingkungan perdagangan, diibaratkan sebagai satu tanda jadi atas persetujuan pembelian.
Jadi Roh Kuduslah yang membe-rikan kepada kita kekuatan dan kuasa dalam hidup dan pelayanan kita. Orang yang telah menerima Roh Kudus telah memegang jaminan sebelum sampai memperoleh seluruhnya.
Dalam hal ini kita melihat, bahwa peranan Roh Kudus sangat penting bagi kehidupan orang percaya. Dikatakan dalam Yohanes 16:8-11, “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepadaKu; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum”.
Dari sini kita mendapatkan satu pemahaman saudara, bahwa tanpa Roh Kudus bekerja terhadap orang-orang pilihanNya, orang tersebut tidak akan mungkin sadar dengan dosanya. Karena itu meterai Roh Kudus adalah bukti nyata bahwa Tuhan memberikan jaminan penuh kepada anak-anakNya.

Refleksi:
Sidang jemaat yang dikasihi Tuhan,
Pertanyaannya bagi kita saudara, apakah saudara sudah ada di dalam Kristus? Kalau belum, inilah saatnya bagi saudara untuk mengambil keputusan menerima dan mengundang Dia masuk dalam hati dan hidup saudara.
Renungkanlah kehidupan kita hari ini, apakah kita sudah menikmati kekayaan rohani yang ada di dalam Kristus? Apakah kita masih dihantui oleh perasaan-perasaan takut? Apakah kita masih dihantui oleh perasaan-perasaan bersalah karena dosa yang telah kita lakukan? Apakah ada dosa yang masih mengikat kita dan sulit untuk kita tinggalkan? Ataukah kita masih bingung dengan tujuan hidup kita?
Saudaraku, marilah kita mengerti karya Tuhan yang luar biasa itu dalam kehidupan kita. Bahwa bukan tanpa tujuan Allah menciptakan kita. Bukan tanpa dasar kita percaya kepada Yesus Kristus dan menjadi orang-orang Kristen. Tetapi semuanya itu dinyatakan Allah supaya kita semakin mengasihi dan memuji Allah dalam kehidupan kita. Dan kita dimampukan untuk memaknai hidup dengan cara yang tepat. Inilah alasan kita mengapa kita perlu memuliakan Allah dalam kehidupan kita sebagai tujuan dari hidup kita.
Dengan demikian saudara, kehadiran kita di dalam Dia, memberi penegasan bahwa di luar Dia kita tidak berdaya dan hampa. Di luar Dia, kita tidak mampu mewujudkan kehadiran kita yang bermakna. Sehingga wajar apabila kebanyakan orang merasakan hidupnya begitu hambar dan seperti sebuah rutinitas. Sebaliknya, orang-orang yang berada di dalam Kristus. Ia akan semakin hari semakin mempertanggung-jawabkan hidupnya dengan baik di hadapan Tuhan.
Dengan pemahaman yang demikian, maka kehadiran kita semua sebagai orang percaya patutlah diwarnai dengan ucapan syukur sebab Allah menempatkan kita dengan rencana besar dan disertai dengan kuasa otoritas Allah. Rencana besar itu adalah kegenapan segala sesuatu (ayat 10) dan memberitakan rencana besar itu kepada sesama kita.
Kiranya melalui kebenaran firman Tuhan ini, kita semakin mengerti untuk apa kita hidup dan kemana arah tujuan kita. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian. Amin.

Selasa, 04 November 2014

MENGERTI TUJUAN HIDUP

MENGERTI TUJUAN HIDUP
Efesus 1:3-14

Sidang jemaat yang kekasih,
Pernahkah Anda berpikir bahwa kehidupan ini seperti sebuah perjalanan yang mengalir biasa-biasa saja? Dimulai dari kanak-kanak kemudian tumbuh menjadi dewasa, kita masuk dunia sekolah, kemudian kita kuliah, kita bekerja, setelah bekerja kita menikah, lalu mempunyai anak-anak, setelah itu kita menjadi tua, menjadi kakek-nenek dan pada akhirnya kita meninggal.
Apakah arti hidup ini saudara? Melihat kenyataan ini, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali orang berpikir seperti ini: “Bahwa hidup sepertinya terasa sangat simpel dan tidak menarik”. Kita berusaha ini dan itu dan pada akhirnya kita meninggalkan semuanya. Hidup seperti sebuah siklus yang dimulai dari lahir dan diakhiri dengan sebuah kematian.
Pertanyaannya saudara, apakah hidup kita hanya sebatas itu saja? Apakah arti hidupmu?  Apakah tujuan hidup kita?
Coba kita berpikir ulang saudara, dan kita melihat dari kacamata Tuhan, bagaimanakah Tuhan memandang kehidupan kita? Mengapa Tuhan menciptakan kita dan menempatkannya di dalam dunia? Apa tujuannya? Bagaimana kita dapat mengerti apa yang direncanakan Tuhan dalam hidup kita?
Saudaraku yang dikasihi Tuhan,
Setuju atau tidak, sebenarnya Tuhan sedang menuntut kita kembali memiliki hidup yang menurut maksud dan tujuan Allah. Namun ini baru bisa terjadi jika kita sudah kembali kepada Kristus. Dari sinilah rencana dan maksud itu baru bisa mencapai kepenuhannya. Sebab sebelum kita sampai kepada tujuannya, kita harus mengerti maksud dari Allah Pencipta kita bahwa setiap orang harus tahu di mana bagiannya.
Artinya bapak ibu yang kekasih,
Jika saudara ditetapkan jadi petani. Jadilah petani Kristen yang baik, menjadi pengusaha Kristen yang baik, dokter Kristen yang baik, intelektual Kristen yang baik. Artinya, kita harus mengerti dimana posisi kita masing-masing dalam dunia profesi kita. Bahwa sebenarnya itu semua bukan atas dasar kemauan kita sendiri, tapi rencana Tuhan yang membentuknya demikian. Bukan untuk kesenangan diri kita saudara, melainkan demi rencana Allah dalam hidup kita agar kerajaan Allah itu digenapi.
Sebab jika kita tidak kembali kepada maksud Allah, maka semua yang kita kerjakan akan menjadi sia-sia. Kita seperti sedang menimbun kehancuran yang kita kejar selama bertahun-tahun, dan mendapati kehidupan yang tanpa arti.
Bapak/ ibu yang dikasihi Tuhan,
Sebagai orang yang telah mengenal Kristus, seharusnya kita patut memuji nama Allah, oleh karena di dalam Kristus kita menerima segala berkat-berkat rohani di sorga. Saudara ini adalah sebuah rahasia besar. Namun rahasia itu telah disingkapkan Allah kepada setiap orang yang menaruh percaya kepada Kristus. Dan rahasia besar ini baru bisa dimengerti apabila orang tersebut menyatakan diri menerima dan menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya.
Disebut sebagai berkat-berkat rohani saudara, karena untuk membedakan dari pemberian-pemberian yang lain dari Allah. Misalnya, kekayaan, jabatan, kesembuhan, kesehatan, panjang umur, pengetahuan, hal-hal ini diberikan Allah kepada orang percaya maupun yang tidak percaya. Bahkan matahari diterbitkan dan hujan diturunkanNya pun kepada orang yang jahat dan orang yang baik, kepada orang yang benar dan kepada orang yang tidak benar (Matius 5:45).
Tetapi berkat-berkat rohani yang disebut dalam ayat-ayat ini hanya disediakan Allah kepada orang-orang yang telah percaya kepada Kristus. Berkat rohani itu disebut “di dalam sorga”, untuk menyatakan bahwa ragam berkat ini semata-mata hanya karunia dari sorga, tidak ada yang berasal dari dunia, tidak ada sedikitpun usaha dari manusia untuk memper-olehnya dan tidak ada suatu keunggulan dari seseorang sehingga ia berhak menerima berkat rohani ini.
Karena itu yang patut kita mengerti bahwa sumber berkat itu tidak lain adalah dari Allah Bapa kita. Bukan dari setan, dan bukan pula manusia, yang sekalipun Allah sering menggunakan manusia sebagai saluran berkat-Nya. Tetapi dalam hal ini, firman Tuhan menegaskan, bahwa Allah Bapalah yang menyingkapkan rahasia besar ini di dalam Tuhan kita Yesus Kristus.
Saudaraku setidaknya ada 7 rahasia yang dinyatakan Allah Bapa sebagai berkat-berkat rohani yang dilimpah-kanNya kepada orang percaya, yaitu:
1.    Allah telah memilih kita supaya kudus, dan tak bercacat dan itu dikerjakan sebelum dunia dijadikan (ayat 4).
2.  Allah telah menentukan kita dari semula menjadi anak-anakNya, sesuai dengan kerelaanNya (ayat 5).
3.  Orang-orang percaya beroleh penebusan, yaitu pengampunan akan dosa, berdasarkan kasih karuniaNya (ayat 7).
4.  Menerima penyataan rahasia Allah sesuai kehendakNya (ayat 9).
5.  Hidup kita menjadi puji-pujian bagi kemuliaanNya (ayat 12)
6.  Mendengarkan firman kebenaran, yaitu Injil keselamatan (ayat 13).
7.   Dimeteraikan dengan Roh Kudus sampai kita memperoleh keseluruh-annya (ayat 13-14).
Dari sini kita pahami satu hal saudara, bahwa menjadi Kristen bukanlah sebuah pilihan dari setiap orang. Agama Kristen bukanlah suatu pilihan seperti kebanyakan agama-agama lain. Artinya menjadi Kristen bukan karena kemauan pribadi seseorang. Bukan pula berdasarkan pilihan seseorang. Tetapi kekristenan adalah penyataan Allah yang berlaku pada setiap orang yang dikehendakiNya. Allahlah yang memilih saudara dan saya supaya mengalami kasih karuniaNya yang menjadi latar belakang pemilihan itu. Dan pemilihan itu sekaligus menunjukkan bahwa kita memiliki hidup yang berbeda dengan anak-anak dunia (Yohanes 15:19).
Karena itu bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Kehadiran kita di dalam dunia ini bukan sekedar memenuhi angka statistic tetapi sungguh-sungguh merupakan bagian dari rencana Allah yang agung. Dan inilah yang patut kita syukuri dalam kehidupan kita, bahwa bukan karena kekuatan kita, kita ada. Bukan karena hikmat yang ada pada kita, kita memperoleh kekayaan. Tetapi semuanya semata-mata hanya karena kasih karunia Allah.
Yang menarik disini saudara, bahwa pilihan itu dikerjakan Allah jauh sebelum kita dilahirkan, jauh sebelum kita mengerti tentang kekristenan, dimana Allah telah menetapkan kita menjadi milik kepunyaanNya. Dan menjadikan kita anak-anakNya.
Saudaraku, tidak ada hal yang lebih indah dalam kehidupan kita, ketika kita yang terlantar, kita yang seharusnya menjadi musuh Allah. Namun di dalam Kristus, kita diangkat, kita diadopsi menjadi anak-anak Allah.
Hal ini memperlihatkan kepada kita saudara, betapa berharganya kita dalam pemandangan Allah. Kita adalah orang-orang yang dikasihi oleh Allah bukan karena kita layak dan patut menerimanya tetapi semata-mata atas kerelaanNya yang memilih kita (Band. Yesaya 43:4).
Justru melalui karya penebusan Yesus Kristus itulah, pada akhirnya kita memperoleh jalan pada pengampunan akan dosa. Sebab sebelum kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita adalah hamba dosa. Kita hidup terikat oleh dosa dan buah dosa itu merusak seluruh aspek kehidupan kita. Namun, kemudian Kristus hadir dan menebus kita dari cara hidup yang sia-sia yang kita warisi dari nenek moyang kita. Bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, tetapi Kristus menebus kita dengan darahNya yang mahal (1 Petrus 1:18-19). Dan karena Kristus, maka Allah menganggap kita berharga di mataNya.
Sidang jemaat yang dikasihi Tuhan,
Kolose 2:13 mengatakan bahwa Tuhan Yesus telah mengampuni segala dosa dan pelanggaran kita. Dikatakan “segala dosa” hal itu menyangkut dosa-dosa kita di masa lampau, dosa kita yang sekarang dan dosa yang akan datang... semuanya sudah diampuni oleh Tuhan Yesus. Dan pengampunanNya cukup untuk setiap orang yang percaya kepadaNya.
Hal ini menegaskan bukan supaya kita menganggap enteng dosa, sebaliknya supaya kita tidak dengan sengaja kembali berbuat dosa. Namun apabila kita jatuh karena dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil (Band. 1 Yohanes 2:1).
Bapak/ ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Kesadaran bahwa Kristus telah mengampuni segala dosa kita, membawa kita kepada satu kehidupan yang merdeka dari dosa. Kita tidak lagi terikat oleh dosa, kita dibebaskan dari perasaan tertuduh karena dosa, dan kita mendapatkan rasa aman untuk menjalani kehidupan yang baru di dalam Kristus. Hanya Allah, menuntut kita untuk tidak mempergunakan kemerdekataan itu untuk hidup di dalam dosa.
Bapak ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Kenyataan ini menjawab pernya-taan dalam ayat ke-4 bahwa Allah memilih kita supaya kita hidup kudus dan tak bercacat di hadapanNya. Saudara, inilah bukti bahwa keselamatan itu tidak tergantung dari usaha manusia, tetapi tergantung sepenuhnya pada karya Allah di dalam Yesus Kristus Tuhan kita.
Dan inilah harapan yang kita miliki di dalam Kristus, yaitu supaya kita semua beroleh bagian yang telah ditetapkan Allah sebelumnya. Dan melalui kebenaran firmanNya di dalam Injil, memberikan kepada kita kekuatan dan penghiburan sebab untuk itulah firman Tuhan ini dituliskan.
Lagi pula karya keselamatan itu saudara, dijamin sepenuhnya oleh satu pribadi yaitu Roh Kudus. Jadi saudara, saat kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita dimateraikan oleh Roh Kudus yang menjadi jaminan bahwa keselamatan yang Tuhan janjikan kepada kita adalah sesuatu yang pasti akan menjadi milik kita. Meterai dalam lingkungan perdagangan, diibaratkan sebagai satu tanda jadi atas persetujuan pembelian.
Jadi Roh Kuduslah yang membe-rikan kepada kita kekuatan dan kuasa dalam hidup dan pelayanan kita. Orang yang telah menerima Roh Kudus telah memegang jaminan sebelum sampai memperoleh seluruhnya.
Dalam hal ini kita melihat, bahwa peranan Roh Kudus sangat penting bagi kehidupan orang percaya. Dikatakan dalam Yohanes 16:8-11, “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepadaKu; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum”.
Dari sini kita mendapatkan satu pemahaman saudara, bahwa tanpa Roh Kudus bekerja terhadap orang-orang pilihanNya, orang tersebut tidak akan mungkin sadar dengan dosanya. Karena itu meterai Roh Kudus adalah bukti nyata bahwa Tuhan memberikan jaminan penuh kepada anak-anakNya.

Refleksi:
Sidang jemaat yang dikasihi Tuhan,
Pertanyaannya bagi kita saudara, apakah saudara sudah ada di dalam Kristus? Kalau belum, inilah saatnya bagi saudara untuk mengambil keputusan menerima dan mengundang Dia masuk dalam hati dan hidup saudara.
Renungkanlah kehidupan kita hari ini, apakah kita sudah menikmati kekayaan rohani yang ada di dalam Kristus? Apakah kita masih dihantui oleh perasaan-perasaan takut? Apakah kita masih dihantui oleh perasaan-perasaan bersalah karena dosa yang telah kita lakukan? Apakah ada dosa yang masih mengikat kita dan sulit untuk kita tinggalkan? Ataukah kita masih bingung dengan tujuan hidup kita?
Saudaraku, marilah kita mengerti karya Tuhan yang luar biasa itu dalam kehidupan kita. Bahwa bukan tanpa tujuan Allah menciptakan kita. Bukan tanpa dasar kita percaya kepada Yesus Kristus dan menjadi orang-orang Kristen. Tetapi semuanya itu dinyatakan Allah supaya kita semakin mengasihi dan memuji Allah dalam kehidupan kita. Dan kita dimampukan untuk memaknai hidup dengan cara yang tepat. Inilah alasan kita mengapa kita perlu memuliakan Allah dalam kehidupan kita sebagai tujuan dari hidup kita.
Dengan demikian saudara, kehadiran kita di dalam Dia, memberi penegasan bahwa di luar Dia kita tidak berdaya dan hampa. Di luar Dia, kita tidak mampu mewujudkan kehadiran kita yang bermakna. Sehingga wajar apabila kebanyakan orang merasakan hidupnya begitu hambar dan seperti sebuah rutinitas. Sebaliknya, orang-orang yang berada di dalam Kristus. Ia akan semakin hari semakin mempertanggung-jawabkan hidupnya dengan baik di hadapan Tuhan.
Dengan pemahaman yang demikian, maka kehadiran kita semua sebagai orang percaya patutlah diwarnai dengan ucapan syukur sebab Allah menempatkan kita dengan rencana besar dan disertai dengan kuasa otoritas Allah. Rencana besar itu adalah kegenapan segala sesuatu (ayat 10) dan memberitakan rencana besar itu kepada sesama kita.
Kiranya melalui kebenaran firman Tuhan ini, kita semakin mengerti untuk apa kita hidup dan kemana arah tujuan kita. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian. Amin.

Rabu, 29 Oktober 2014

MENGUCAP SYUKUR

MENGUCAP SYUKUR
Efesus 5:20


Bapak/ibu yang dikasihi oleh Tuhan
Sebagai orang beriman kita seringkali diingatkan untuk selalu mengucap syukur dalam segala keadaan. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan penting bagi kita adalah apakah ucapan syukur itu?
Saudara, mengucap syukur bukan sekadar kata-kata yang keluar dari mulut kita, bahwa kita mau mengucap syukur. Akan tetapi ungkapan syukur yang dinaikan seharusnya merupakan hasil dari kehidupan yang tinggal di dalam Kristus, dan sebagai buah dari kehidupan anak-anak Tuhan. Sebab kalau kita teliti lebih lanjut, sebenarnya ayat ini dituliskan sebagai bagian dari penjelasan Rasul Paulus mengenai karakteristik kehidupan anak-anak terang.
Dimana Jemaat di Efesus dituntut untuk mengucap syukur dalam segala keadaan dikarenakan ini merupakan suatu gaya hidup yang didasarkan pada karya keselamatan dan hidup baru di dalam Kristus. Itulah sebabnya, dalam segala hal, orang percaya harus dapat mengucap syukur, karena keselamatan dalam Kristus Yesus yang telah berlaku dalam hidupnya, lebih besar daripada persoalan hidup yang mereka hadapi!
Ucapan syukur sekaligus juga menjadi tanda bagi orang Kristen, bahwa mereka percaya pada kasih setia Tuhan yang tidak pernah meninggalkan mereka, sekalipun mereka menghadapi berbagai kesulitan.
Saudara, mari kita perhatikan kalimat dari Firman Tuhan ini secara seksama: “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.”
Saya melihat ada tiga point penting yang harus kita mengerti dengan benar bagaimana seharusnya kita mengucap syukur.

1.  “Ucapkanlah syukur senan-tiasa dalam segala sesuatu”.
Kata “se­nantiasa” yang ditulis dalam bentuk tenses present active participle = present continous active-Inggris) mengandung arti sesuatu yang dilakukan secara te­rus-menerus sepanjang kehidupan kita. Itulah yang dinamakan (habit/ kebiasaan) yang seharusnya menjadi ciri khas baru ketika kita hidup di dalam Kristus.
Karena itu saudara, dari sini kita tahu bah­­­­wa se­be­nar­nya dalam kehidupan yang kita jalani ini, kita harus pe­nuh dengan ucapan syukur. Namun kita patut jujur bahwa secara fak­ta hidup kita rupanya ti­­daklah demikian bukan? Banyak orang tidak dapat hi­dup seperti apa yang Alkitab katakan, mereka hidup pe­­nuh de­ngan stress akibat tekanan kesulitan dan pen­de­­ritaan yang sangat berat dan semakin ha­­ri semakin bertambah, bertambah dan bertambah. Demikian pula yang dialami oleh orang Kristen tanpa kecuali.
Saudaraku yang kekasih
Fanny Crosby menulis lebih dari 8.000 lagu rohani. Meskipun buta sejak usia 6 minggu, ia tidak mempersalahkan Tuhan atas hal itu. Suatu kali seorang hamba Tuhan berkata kepadanya, “Sayang sekali ya, Sang Pencipta tidak memberi Anda penglihatan, padahal Dia memberikan banyak sekali karunia lain pada Anda.” Fanny menjawab, “Tahukah Anda, seandainya pada saat lahir saya bisa mengajukan permohonan, saya akan meminta agar dilahirkan buta?” Hamba Tuhan itu terkejut. “Mengapa?” tanyanya. “Karena bila saya naik ke surga nanti, wajah pertama yang akan saya lihat adalah wajah Sang Juru Selamat!” Sungguh sebuah hati yang berlimpah dengan rasa syukur.
Bagaimana dengan ucapan syukur dalam hidup kita? Mengucap syukur atas segala sesuatu berarti lebih dari sekadar ungkapan sukacita, ucapan syukur kita menjadi ungkapan iman bahwa di dalam segala keadaan Allah senantiasa bekerja, berkarya, dan memberikan yang terbaik kepada kita.

2. Ucapkanlah syukur dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Ini merupakan kenyataan yang seringkali kita lupakan. Banyak orang mengucap puji syukur oleh karena merasa mampu melakukan hal ini dan hal itu. mampu melewati masalah ini dan masalah itu, yang seakan-akan ia mau mengatakan bahwa semuanya itu adalah hasil usahanya sendiri. Semuanya itu adalah jerih payahnya sendiri. Jika bukan karena aku mungkin hasilnya tidak begini!
Saudara, sebagai orang Kristen tidaklah demikian, konsep mengucap syukur kita. Orang Kristen dituntut untuk mengucap syukur semata-mata demi nama Tuhan Yesus Kristus. Yang artinya kekuatan utama untuk kita bisa melewati segala rintangan dan persoalan dalam hidup adalah campur tangan Tuhan kita Yesus Kristus.
Dialah Tuhan yang memampukan kita melihat tangan kemurahan Allah yang merajut kehidupan kita. Dan bahwa orang yang senantiasa mensyukuri kebaikan Tuhan atas hidupnya akan menemukan banyak cara untuk hidup yang lebih baik.
Saudaraku,
Suatu hasil penelitian mengatakan bahwa bersyukur dapat meningkatkan kesehatan fisik dan emosional. Memiliki gaya hidup penuh rasa syukur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan suplai darah ke hati kita. Jika kita melakukan hal ini dengan rutin, maka dapat meningkatkan kewaspadaan kita, antusiasme, energi dan juga meningkatkan kualitas tidur kita. Mereka yang menggambarkan dirinya sebagai orang yang penuh rasa syukur cenderung jarang stres dan depresi.
Sebagai orang beriman, kita bersyukur karena Tuhan baik kepada kita. Tuhan senantiasa hadir dalam perjalanan hidup kita. Tuhan selalu peduli terhadap hidup kita. Karena itu, sikap bersyukur berarti kita menyerahkan hidup kepada penyelenggaraan Tuhan yang Maha pengasih dan penyayang. Dalam hal ini, Yesus Kristus Tuhan kita.

3. Ucapan syukur kita tujukan kepada Allah dan Bapa kita.
Bapak/ibu yang kekasih dalam Tuhan,
Raja Daud dalam doanya pernah berkata: “Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya; sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah” (Mazmur 86:12-13).
Sebagaimana pemazmur ingin katakan bahwa tujuan ucapan syukur kita tidak lain adalah untuk memuji nama Allah dan Bapa kita.
Demikian pula, yang diajarkan Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus dan kepada kita yang hidup saat ini. Bahwa hanya Allahlah yang patut menerima ucapan syukur kita. Hanya Bapa kitalah yang layak menerima pujian dan ucapan syukur kita. Karena berkat pertolongan Dialah, maka kita dapat hidup dan menjalani kehidupan kita hingga saat ini.
Saudara hari ini, KW Debora merayakan HUT yang ke-29. Saya percaya ada banyak liku-liku yang sudah pernah dihadapi dan dilewati sepanjang tahun-tahun yang lalu. Dan hari ini, kita ada semata-mata karena karya Tuhan yang masih memberikan kepada kita kesempatan untuk memuji Dia.
Seperti kata firman Tuhan dalam Roma 11:36 “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”
Mari kita berusaha memiliki hati yang penuh syukur kepada Tuhan. Dengan demikian, hidup kita menjadi pujian bagi Tuhan. Tuhan memberkati. Amin